Indramayu – Bupati Indramayu Lucky Hakim mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Indramayu di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Dalam kunjungannya, Lucky memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat belajar dan optimistis dalam meraih masa depan.
Lucky menegaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, program tersebut tidak sekadar memberikan akses pendidikan gratis, melainkan menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.
Siswa Diminta Tidak Minder
Di hadapan para siswa, Lucky mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan keluarganya.
Menurutnya, latar belakang ekonomi bukan alasan untuk merasa rendah diri. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar, siswa Sekolah Rakyat dapat meraih cita-cita dan memperbaiki kehidupan keluarganya.
“Jadi, jangan minder, pendidikan itu bisa mengubah masa depan,” kata Lucky.
Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para siswa agar tidak melihat keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih prestasi.
Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Pendidikan Gratis
Keberadaan SRT 1 Kabupaten Indramayu menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Selain memperoleh layanan pendidikan, siswa juga mendapatkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pemenuhan gizi. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu anak tumbuh sehat sekaligus berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul.
Pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut diharapkan berjalan beriringan sehingga siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
Sekolah Diminta Aman dan Bebas Perundungan
Lucky juga meminta pihak sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.
Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa terlindungi dan dihargai. Karena itu, praktik perundungan dan kekerasan tidak boleh dibiarkan terjadi di lingkungan sekolah.
“Sekolah rakyat ini harus aman dan nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai ada perundungan, kekerasan.”
Lingkungan pendidikan yang aman dinilai penting agar siswa dapat belajar tanpa rasa takut sekaligus membangun kepercayaan diri.
SRT 1 Indramayu Miliki 370 Siswa
Saat ini, SRT 1 Kabupaten Indramayu memiliki 370 siswa yang terdiri atas siswa baru dan siswa rintisan.
Rinciannya:
| Jenjang | Siswa Baru | Siswa Rintisan |
|---|---|---|
| SD | 90 | 50 |
| SMP | 90 | 50 |
| SMA | 90 | – |
| Total | 270 | 100 |
Kepala SRT 1 Kabupaten Indramayu, Mardiani, menjelaskan bahwa 270 siswa baru terdiri dari masing-masing 90 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara itu, 100 siswa rintisan terdiri dari 50 siswa SD dan 50 siswa SMP.
Pendidikan Formal Mulai Berjalan
Setelah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) berakhir pada Selasa (18/8/2026), kegiatan pendidikan formal mulai dilaksanakan.
Pembelajaran di SRT 1 Indramayu tidak hanya berfokus pada materi akademik. Para guru juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter siswa agar menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan berakhlak baik.
Dengan pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi masa depan.
Pendidikan untuk Memutus Kemiskinan
Kunjungan Lucky Hakim menjadi momentum untuk mengingatkan kembali tujuan utama Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus minder dengan kondisi ekonomi keluarganya.
Dari ruang kelas Sekolah Rakyat, anak-anak Indramayu diharapkan mampu membangun mimpi yang lebih besar, meningkatkan kualitas hidup keluarganya, dan kelak ikut memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
















