idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita

    Mau Kuliah di China? Ini Daftar Kampus Terbaik Berdasarkan QS Asia University Rankings 2027

    Kisah Idris dan Wahyuni, Pasutri Guru Asal Halmahera yang Naik Bukit 30 Menit Demi Sinyal hingga Wisuda S1 Bersama

    Lulus Dokter Spesialis UGM dengan IPK 4,00, Nadia Pilih Kembali Mengabdi di Wonosobo

    Mulai Tahun Ajaran 2027/2028, Pemerintah Kembalikan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

    Kemendikdasmen Catat 308 Pelanggaran TKA SMA 2026, Pelanggaran Berat Terbanyak Dilakukan Siswa

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Kemdiktisaintek Buka Beasiswa S3 2026 untuk Dosen, Bantuan Biaya Kuliah hingga Penyelesaian Disertasi

    169 Siswa Berprestasi Terima Beasiswa Talenta Indonesia 2026, 3 Lanjut Kuliah ke Luar Negeri

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Pola Asuh yang Tepat Hadapi Gen Alpha, Dosen UMM Sarankan Orang Tua Terapkan Komunikasi Terbuka

    Hati-Hati! Psikolog Ungkap Pola Asuh yang Kurang Baik untuk Perkembangan Mental Anak

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    PPG Kemenag 2026 Dibuka, Ini Kriteria dan Syarat Guru yang Bisa Mendaftar

    Kemendikdasmen Rilis Panduan dan Logo Hari Guru Nasional 2026, Ini Tema dan Cara Mengunduhnya

    Kemendikdasmen Luncurkan Bulan Guru Nasional 2026, Ini Tema dan Rangkaian Kegiatannya

    Kemendikdasmen Raih Penghargaan Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan di Nusantara Awards 2026

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dari Bangku SMK ke Dunia Kerja Global, 3 Kisah Lulusan yang Siap Berkarier di Luar Negeri

    10 Prodi PTN Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Bisa Jadi Acuan Kuliah 2027

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Fildza Lulus S3 UGM dengan IPK 4,00, Sukses Jadi Dosen dan Ibu di Tengah Kesibukan

    Apa Itu Astrophile? Mengenal Istilah untuk Orang yang Suka Mengamati Benda Langit

    Modus Pengelola Jurnal Ilmiah Nakal: Catut Nama Profesor hingga Komersialisasi Berlebihan

    Suka Kebersihan dan Kerapian Apakah Berarti OCD? Dosen IPB Ungkap Perbedaannya

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    Mau Kuliah di China? Ini Daftar Kampus Terbaik Berdasarkan QS Asia University Rankings 2027

    Kisah Idris dan Wahyuni, Pasutri Guru Asal Halmahera yang Naik Bukit 30 Menit Demi Sinyal hingga Wisuda S1 Bersama

    Lulus Dokter Spesialis UGM dengan IPK 4,00, Nadia Pilih Kembali Mengabdi di Wonosobo

    Mulai Tahun Ajaran 2027/2028, Pemerintah Kembalikan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

    Kemendikdasmen Catat 308 Pelanggaran TKA SMA 2026, Pelanggaran Berat Terbanyak Dilakukan Siswa

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Kemdiktisaintek Buka Beasiswa S3 2026 untuk Dosen, Bantuan Biaya Kuliah hingga Penyelesaian Disertasi

    169 Siswa Berprestasi Terima Beasiswa Talenta Indonesia 2026, 3 Lanjut Kuliah ke Luar Negeri

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Pola Asuh yang Tepat Hadapi Gen Alpha, Dosen UMM Sarankan Orang Tua Terapkan Komunikasi Terbuka

    Hati-Hati! Psikolog Ungkap Pola Asuh yang Kurang Baik untuk Perkembangan Mental Anak

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    PPG Kemenag 2026 Dibuka, Ini Kriteria dan Syarat Guru yang Bisa Mendaftar

    Kemendikdasmen Rilis Panduan dan Logo Hari Guru Nasional 2026, Ini Tema dan Cara Mengunduhnya

    Kemendikdasmen Luncurkan Bulan Guru Nasional 2026, Ini Tema dan Rangkaian Kegiatannya

    Kemendikdasmen Raih Penghargaan Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan di Nusantara Awards 2026

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dari Bangku SMK ke Dunia Kerja Global, 3 Kisah Lulusan yang Siap Berkarier di Luar Negeri

    10 Prodi PTN Vokasi Paling Diminati di SNBP 2026, Bisa Jadi Acuan Kuliah 2027

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Fildza Lulus S3 UGM dengan IPK 4,00, Sukses Jadi Dosen dan Ibu di Tengah Kesibukan

    Apa Itu Astrophile? Mengenal Istilah untuk Orang yang Suka Mengamati Benda Langit

    Modus Pengelola Jurnal Ilmiah Nakal: Catut Nama Profesor hingga Komersialisasi Berlebihan

    Suka Kebersihan dan Kerapian Apakah Berarti OCD? Dosen IPB Ungkap Perbedaannya

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

4 Cara Meningkatkan EQ, Salah Satunya Rajin Membaca Karya Sastra

5 September 2026
in Berita
5 min read
253
0
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) menjadi salah satu kemampuan penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang mengendalikan emosi, EQ juga berhubungan dengan kemampuan memahami orang lain, membangun hubungan, menghadapi konflik, serta mengambil keputusan dengan lebih matang.

Kabar baiknya, kecerdasan emosional bukan kemampuan yang hanya dimiliki sejak lahir. EQ dapat terus dilatih dan dikembangkan, termasuk melalui kebiasaan sederhana seperti membaca karya sastra.

Psikolog Jonice Webb PhD menjelaskan bahwa kecerdasan emosional menggambarkan kemampuan seseorang dalam menyadari, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi. Kemampuan tersebut juga mencakup cara seseorang menangani hubungan dengan orang lain dan menghadapi konflik secara penuh empati.

Sementara itu, Margaret Andrews, mantan Dekan Harvard University’s Division of Continuing Education dan Direktur Eksekutif MIT Sloan School of Management, menilai kecerdasan emosional penting untuk membangun hubungan sekaligus mendukung kesuksesan dalam karier.

Mengapa EQ Penting untuk Kesuksesan?

Seseorang dengan kecerdasan emosional yang baik umumnya lebih mampu memahami apa yang sedang dirasakan dirinya maupun orang lain.

Kemampuan tersebut dapat membantu seseorang ketika menghadapi situasi sulit, bekerja dalam tim, menyelesaikan konflik, hingga berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Menurut Andrews, sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara tingkat EQ yang lebih tinggi dengan inovasi dan kepuasan kerja. Karena itu, kecerdasan emosional menjadi salah satu keterampilan yang dapat memberikan manfaat dalam perjalanan karier.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan EQ?

1. Kenali dan Beri Nama pada Emosi

Langkah pertama untuk meningkatkan kecerdasan emosional adalah mengenali apa yang sedang dirasakan.

Ketika menghadapi suatu masalah, seseorang dapat berhenti sejenak dan bertanya kepada dirinya sendiri mengenai emosi yang sedang muncul.

Misalnya:

  • Apa yang sedang saya rasakan?
  • Mengapa emosi tersebut muncul?
  • Apa yang biasanya saya lakukan ketika berada dalam situasi seperti ini?
  • Apakah saya perlu langsung bereaksi atau sebaiknya berhenti sejenak?

Mengenali emosi membuat seseorang memiliki kesempatan untuk mengendalikan responsnya. Dengan demikian, keputusan yang diambil tidak semata-mata didorong oleh reaksi spontan.

Webb juga menekankan pentingnya membiasakan diri memberi nama pada perasaan yang muncul. Semakin seseorang mampu mengenali emosinya, semakin mudah pula baginya memahami dan mengelola perasaan tersebut.

2. Minta Pendapat dari Orang Lain

Cara berikutnya adalah meminta tanggapan dari orang yang dipercaya.

Teman, keluarga, rekan kerja, maupun atasan dapat memberikan perspektif mengenai bagaimana seseorang bersikap ketika menghadapi masalah.

Pertanyaan yang dapat diajukan misalnya apakah kita sudah cukup mampu berempati, bagaimana cara kita menangani konflik, atau bagaimana respons kita ketika menghadapi situasi yang sulit.

Masukan dari orang lain mungkin tidak selalu menyenangkan untuk didengar. Namun, kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian mana dari kecerdasan emosional yang masih perlu diperbaiki.

3. Ternyata Membaca Karya Sastra Bisa Meningkatkan EQ

Salah satu cara menarik untuk melatih kecerdasan emosional adalah membaca karya sastra dengan karakter yang kompleks.

Saat membaca cerita, pembaca diajak melihat dunia dari sudut pandang karakter yang berbeda. Pembaca dapat mencoba memahami apa yang dipikirkan tokoh, apa yang memotivasinya, serta mengapa tokoh tersebut mengambil suatu tindakan.

Proses tersebut dapat membantu melatih kemampuan memahami pikiran dan perasaan orang lain.

Penelitian Maya Djikic dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam Scientific Study of Literature pada 2013 juga membahas hubungan antara membaca karya sastra dan empati.

Tidak hanya buku. Film dan tayangan televisi juga dapat dimanfaatkan untuk latihan empati.

Caranya sederhana. Ketika menyaksikan sebuah film, coba perhatikan perasaan yang dialami karakter. Setelah itu, pikirkan alasan di balik perilakunya.

Kebiasaan tersebut kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika mencoba memahami perasaan orang-orang di sekitar.

4. Latih Kemampuan Berkomunikasi secara Asertif

Meningkatkan EQ juga berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi secara asertif.

Asertif bukan berarti berbicara dengan keras atau memaksakan kehendak. Sikap asertif berarti mampu menyampaikan apa yang dirasakan atau dibutuhkan secara jujur, tetapi tetap mempertimbangkan perasaan orang lain.

Sebelum menyampaikan sesuatu, seseorang perlu memahami terlebih dahulu emosinya sendiri.

Setelah itu, perasaan dan keinginan dapat disampaikan menggunakan kata-kata yang tidak menyerang atau membuat lawan bicara langsung bersikap defensif.

Dengan cara tersebut, seseorang tetap dapat mempertahankan pendiriannya tanpa mengabaikan empati terhadap orang lain.

EQ Bisa Dibangun dari Kebiasaan Sehari-hari

Kecerdasan emosional tidak harus dilatih melalui metode yang rumit. Banyak hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menjadi latihan.

Mulai dari mengenali perasaan sebelum bereaksi, menerima kritik, memahami sudut pandang orang lain, hingga belajar menyampaikan pendapat dengan cara yang baik.

Andrews juga menyebut bahwa kecerdasan emosional dapat berkembang dalam sebuah lingkungan ketika orang-orang di dalamnya memberikan contoh melalui perilaku sehari-hari.

Artinya, seseorang tidak hanya dapat meningkatkan EQ dirinya sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara emosional dengan memberikan teladan dalam berkomunikasi dan menghadapi perbedaan pendapat.

Kesimpulan

Meningkatkan EQ ternyata bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Mulai dari mengenali emosi, meminta masukan dari orang lain, membaca karya sastra, hingga berlatih berkomunikasi secara asertif.

Membaca karya sastra menjadi salah satu cara menarik karena pembaca diajak memahami karakter, pikiran, motivasi, dan perasaan orang lain. Proses tersebut dapat membantu melatih empati dan kesadaran sosial.

Pada akhirnya, kecerdasan emosional bukan sesuatu yang berhenti berkembang setelah seseorang dewasa. EQ dapat terus dilatih melalui pengalaman dan kebiasaan sehari-hari, sehingga kemampuan memahami diri sendiri maupun orang lain menjadi semakin baik.

Tags: cara meningkatkan EQcara meningkatkan kecerdasan emosionalempatiEQkecerdasan emosionalkesuksesankomunikasi asertifmembaca karya sastrapendidikanPengembangan Diripsikologi
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

Mau Kuliah di China? Ini Daftar Kampus Terbaik Berdasarkan QS Asia University Rankings 2027

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

Mau Kuliah di China? Ini Daftar Kampus Terbaik Berdasarkan QS Asia University Rankings 2027

6 November 2026

Kisah Idris dan Wahyuni, Pasutri Guru Asal Halmahera yang Naik Bukit 30 Menit Demi Sinyal hingga Wisuda S1 Bersama

6 November 2026

Lulus Dokter Spesialis UGM dengan IPK 4,00, Nadia Pilih Kembali Mengabdi di Wonosobo

6 November 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In