SEMARANG – Ilmu teknik mesin ternyata tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, mesin industri, atau peralatan manufaktur. Di tangan Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ilmu tersebut dikembangkan menjadi teknologi yang berkaitan langsung dengan kesehatan manusia.
Guru Besar Teknik Mesin sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) itu mengembangkan teknologi panggul buatan atau total hip prosthesis dengan menerapkan prinsip tribologi.
Inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana ilmu dasar dari bidang teknik dapat dikembangkan lintas disiplin untuk menjawab kebutuhan kesehatan. Prof. Jamari sendiri dikenal sebagai pakar tribologi, yakni bidang yang mempelajari gesekan, keausan, dan pelumasan, terutama pada kondisi kontak antarmaterial.
Apa Itu Tribologi?
Bagi sebagian orang, istilah tribologi mungkin terdengar asing.
Secara sederhana, tribologi merupakan cabang ilmu teknik yang mempelajari apa yang terjadi ketika dua permukaan saling bersentuhan dan bergerak satu sama lain. Aspek yang dipelajari mencakup gesekan, keausan, serta pelumasan.
Ilmu tersebut sangat penting dalam dunia mesin karena gesekan dapat memengaruhi efisiensi, umur pakai, hingga performa suatu komponen.
Namun, Prof. Jamari melihat prinsip yang sama dapat diterapkan pada tubuh manusia, khususnya pada sendi panggul.
Ketika prinsip mekanika dan tribologi dikombinasikan dengan anatomi tubuh manusia, lahirlah penelitian yang mengarah pada pengembangan teknologi implan panggul.
Dari Mesin Beralih ke Teknologi Kesehatan
Pengembangan panggul buatan menunjukkan bahwa batas antara teknik mesin dan bidang kesehatan ternyata dapat menjadi sangat fleksibel.
Dalam teknologi panggul buatan, para peneliti perlu mempertimbangkan bagaimana komponen implan dapat bergerak, menerima beban, serta mengalami gesekan selama digunakan.
Hal tersebut memiliki kemiripan dengan persoalan yang biasa dipelajari dalam teknik mesin.
Bedanya, objek yang menjadi perhatian bukan lagi mesin atau komponen industri, melainkan bagian tubuh manusia.
Melalui Undip Biomechanics Engineering and Research Center (UBM-ERC), Prof. Jamari bersama tim mengembangkan riset yang menggabungkan prinsip tribologi dengan biomekanika dan anatomi tubuh. Pusat riset tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan penelitian tribologi dan teknologi kesehatan di UNDIP.
Panggul Buatan Dirancang agar Gerak Lebih Optimal
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah dual mobility total hip prosthesis.
Teknologi tersebut dirancang sebagai sambungan tulang panggul buatan dengan tujuan memberikan jangkauan gerak yang lebih baik.
Penelitian Prof. Jamari berjudul “Design and Development of Dual Mobility Total Hip Prosthesis Accommodate Muslim Prayer (Salat) Movements” secara khusus mengkaji desain panggul buatan yang dapat mengakomodasi gerakan salat.
Gerakan salat membutuhkan berbagai posisi dan pergerakan tubuh, termasuk pada bagian panggul. Karena itu, desain implan perlu mempertimbangkan kebutuhan gerak pasien dalam aktivitas sehari-hari.
Kenapa Gerakan Salat Menjadi Pertimbangan?
Bagi pasien yang menjalani operasi penggantian sendi panggul, kemampuan bergerak secara nyaman tentu menjadi hal penting.
Gerakan sehari-hari tidak hanya berupa berjalan atau duduk. Dalam konteks masyarakat Indonesia, aktivitas ibadah juga dapat menjadi bagian dari kebutuhan pasien.
Karena itu, penelitian tersebut mencoba melihat bagaimana desain panggul buatan dapat memberikan rentang gerak yang sesuai dengan aktivitas pengguna, termasuk gerakan yang diperlukan ketika menjalankan salat.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengembangan teknologi kesehatan tidak selalu hanya berbicara mengenai aspek medis. Faktor budaya, kebiasaan, dan aktivitas sehari-hari pengguna juga dapat menjadi pertimbangan dalam merancang sebuah alat kesehatan.
Mendapat Penghargaan Science and Technology Award 2026
Inovasi panggul buatan tersebut juga membawa Prof. Jamari meraih penghargaan Science and Technology Award 2026 dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF).
Penghargaan diberikan dalam 32nd Presentation Ceremony yang berlangsung di Jakarta pada 12 Februari 2026.
Riset mengenai dual mobility total hip prosthesis menjadi salah satu alasan Prof. Jamari mendapatkan penghargaan tersebut.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa penelitian teknik mesin dapat menghasilkan inovasi yang memiliki dampak di luar bidang mesin itu sendiri.
Penelitian Tidak Berhenti di Ruang Akademik
Prof. Jamari menilai seorang dosen tetap perlu menjalankan penelitian meskipun sedang mengemban tugas sebagai pejabat di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, riset merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran seorang dosen.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan yang ingin ditunjukkan melalui pencapaian penghargaan ini. Ia berharap keberhasilannya dapat mendorong akademisi lain di Fakultas Teknik UNDIP untuk terus melakukan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
UNDIP Dorong Riset Alat Kesehatan
Pengembangan panggul buatan juga sejalan dengan arah riset UNDIP untuk memperkuat teknologi kesehatan nasional.
UNDIP sebelumnya menyebut pengembangan alat kesehatan sebagai salah satu bagian dari riset berdampak yang diarahkan untuk mendukung kemandirian alat kesehatan di Indonesia.
Melalui riset konsorsium, UNDIP mengembangkan sejumlah inovasi yang menggabungkan teknologi, biomekanika, robotika, dan kebutuhan layanan kesehatan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya teknologi yang berpotensi digunakan untuk menjawab persoalan nyata.
Teknologi Kesehatan Butuh Kolaborasi Banyak Ilmu
Pembuatan alat kesehatan tidak dapat mengandalkan satu disiplin ilmu saja.
Teknik mesin dapat berperan dalam perancangan mekanis, material, gesekan, keausan, hingga kekuatan struktur. Sementara itu, ilmu kedokteran dan biomekanika dibutuhkan untuk memahami anatomi serta kebutuhan tubuh manusia.
Kolaborasi berbagai bidang inilah yang memungkinkan sebuah teknologi dirancang tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dalam kasus panggul buatan, pemahaman mengenai cara kerja sendi manusia menjadi sangat penting karena implan harus mampu menghadapi beban dan pergerakan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Ilmu Teknik Mesin untuk Kehidupan Manusia
Kisah Prof. Jamari memberikan gambaran bahwa ilmu pengetahuan dapat berkembang jauh melampaui batas bidang asalnya.
Konsep yang awalnya banyak digunakan untuk memahami gesekan pada mesin kini dapat dimanfaatkan untuk mempelajari interaksi pada komponen implan tubuh.
Hal tersebut menjadi contoh penting bagi dunia pendidikan tinggi bahwa penelitian yang kuat dapat menghasilkan inovasi lintas disiplin.
Bukan tidak mungkin, pengembangan berikutnya akan menghasilkan lebih banyak teknologi kesehatan berbasis ilmu teknik, mulai dari alat bantu gerak, sensor, robot medis, hingga berbagai perangkat biomekanik lainnya.
Kesimpulan
Prof. Jamari dari UNDIP berhasil membawa ilmu teknik mesin ke bidang kesehatan melalui pengembangan teknologi panggul buatan.
Dengan memanfaatkan prinsip tribologi, yaitu ilmu yang mempelajari gesekan, keausan, dan pelumasan, penelitian tersebut dikembangkan menjadi teknologi dual mobility total hip prosthesis.
Salah satu penelitian Prof. Jamari secara khusus mempertimbangkan kebutuhan gerakan salat sehingga desain panggul buatan dapat memiliki jangkauan gerak yang lebih sesuai dengan aktivitas pengguna.
Inovasi tersebut mengantarkan Prof. Jamari meraih Science and Technology Award 2026 dari Indonesia Toray Science Foundation.
Lebih dari sekadar penghargaan, penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu teknik mesin dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan, sekaligus membuka peluang lahirnya lebih banyak inovasi alat kesehatan karya peneliti Indonesia.






