JAKARTA – Besaran hadiah bagi pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD dan SMP 2026 menjadi perhatian publik. Tahun ini, nominal uang pembinaan untuk para peraih medali mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya mengungkap alasan di balik berkurangnya hadiah tersebut. Menurutnya, penurunan terjadi karena Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen mengalami pemangkasan anggaran yang signifikan.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa, orang tua, guru, dan masyarakat yang menilai penghargaan tersebut belum sesuai harapan.
Hadiah OSN 2026 Turun Signifikan
Berdasarkan pengumuman Puspresnas pada Minggu, 30 Agustus 2026, para peraih medali OSN SD-SMP tahun ini mendapatkan uang pembinaan dengan rincian:
| Medali | Hadiah OSN 2026 |
|---|---|
| 🥇 Emas | Rp3.000.000 |
| 🥈 Perak | Rp2.000.000 |
| 🥉 Perunggu | Rp1.000.000 |
Nominal tersebut menjadi sorotan karena dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hadiah disebut turun cukup drastis.
Pada OSN 2025, hadiah yang diterima peraih emas disebut mencapai Rp15 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp5 juta. Jika dibandingkan dengan nominal tersebut, hadiah OSN 2026 turun sekitar 80 persen untuk setiap kategori medali.
Penurunan ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Mendikdasmen: Anggaran Puspresnas Dipangkas
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa berkurangnya hadiah bukan disebabkan pemerintah tidak lagi menghargai prestasi siswa.
Persoalannya adalah adanya pengurangan anggaran yang signifikan pada Puspresnas, lembaga di bawah Kemendikdasmen yang menangani berbagai program pengembangan prestasi peserta didik, termasuk OSN.
“Karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas,” ujar Abdul Mu’ti saat ditemui di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara harus melakukan penyesuaian terhadap anggaran yang tersedia, termasuk komponen hadiah bagi para pemenang.
Abdul Mu’ti Minta Maaf
Mendikdasmen menyadari bahwa nominal hadiah OSN 2026 menjadi perhatian karena para siswa telah melewati proses kompetisi yang panjang.
Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf apabila besaran penghargaan yang diterima para juara belum sesuai dengan harapan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul kritik dari masyarakat mengenai penurunan hadiah.
Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa turunnya hadiah tidak berarti dukungan pemerintah terhadap murid berprestasi ikut berkurang.
Bukan Berarti Pemerintah Tak Peduli Prestasi Siswa
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah tetap berkomitmen mengembangkan manajemen talenta peserta didik.
OSN sendiri bukan hanya kompetisi untuk menentukan siapa siswa dengan kemampuan akademik terbaik. Kemendikdasmen sebelumnya menegaskan bahwa OSN merupakan bagian dari pembinaan potensi dan kompetensi murid, khususnya dalam kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif.
Karena itu, pemerintah berupaya agar siswa berprestasi tetap memperoleh dukungan meskipun kondisi anggaran terbatas.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah memberikan akses terhadap kesempatan pendidikan dan pengembangan prestasi setelah kompetisi.
Juara OSN Tetap Diprioritaskan untuk Beasiswa LPDP
Abdul Mu’ti menyebut para pemenang medali OSN 2026 tetap mendapatkan prioritas dukungan untuk memperoleh beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Artinya, apresiasi pemerintah terhadap siswa berprestasi tidak hanya diberikan dalam bentuk uang pembinaan setelah memenangkan kompetisi.
Kesempatan mendapatkan beasiswa dinilai dapat memberikan manfaat lebih panjang karena mendukung siswa untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya.
Dengan demikian, pemerintah ingin memastikan prestasi yang telah dicapai siswa tetap memiliki jalur pengembangan di masa depan.
Kemendikdasmen Cari Sumber Dana Lain
Meski hadiah OSN 2026 sudah ditetapkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan perubahan skema pembiayaan pada penyelenggaraan berikutnya.
Abdul Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen sedang mencari skema pendanaan baru agar anggaran hadiah dapat ditambah.
Salah satu opsi yang sedang dicari adalah penggunaan sumber pendanaan lain sehingga hadiah bagi para juara tidak terlalu bergantung pada anggaran Puspresnas.
“Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” kata Abdul Mu’ti.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan OSN mendatang.
OSN 2026 Diikuti Ratusan Ribu Peserta
Besarnya perhatian terhadap hadiah OSN juga tidak terlepas dari skala kompetisinya.
Jumlah pendaftar OSN 2026 disebut mencapai 941.692 peserta, meningkat dibandingkan sekitar 806 ribu peserta pada 2025.
Pada jenjang pendidikan dasar, puluhan ribu siswa kemudian bersaing melalui berbagai tahapan hingga mencapai tingkat nasional.
Persaingan tersebut membuat pencapaian medali OSN menjadi prestasi yang cukup bergengsi bagi siswa.
Para peserta tidak hanya harus memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjalani proses seleksi bertahap sebelum dapat bersaing di tingkat nasional.
Hadiah Bukan Satu-satunya Bentuk Apresiasi
Di tengah polemik mengenai nominal hadiah, pemerintah menekankan bahwa penghargaan terhadap siswa berprestasi tidak seharusnya hanya diukur dari uang pembinaan.
Pembinaan berkelanjutan, kesempatan mengikuti kompetisi lanjutan, akses pendidikan, serta beasiswa juga menjadi bagian penting dalam pengembangan talenta.
Namun, besaran hadiah tetap menjadi perhatian karena merupakan bentuk penghargaan langsung atas pencapaian siswa setelah melalui kompetisi.
Karena itu, rencana Kemendikdasmen mencari sumber pembiayaan tambahan menjadi salah satu hal yang akan dinantikan pada pelaksanaan OSN berikutnya.
OSN Tetap Menjadi Ajang Penting Pengembangan Talenta
Kemendikdasmen sebelumnya menegaskan bahwa OSN 2026 merupakan bagian dari ajang talenta bidang sains untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Kompetisi tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi siswa sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif.
Dengan meningkatnya minat peserta dari tahun ke tahun, keberlanjutan pembinaan talenta menjadi semakin penting.
Pemerintah tidak hanya dituntut menyelenggarakan kompetisi secara transparan dan berintegritas, tetapi juga memberikan dukungan yang memadai kepada siswa yang berhasil menunjukkan prestasi.
Menjadi Evaluasi untuk OSN Berikutnya
Turunnya hadiah OSN 2026 akhirnya menjadi bahan evaluasi bagi Kemendikdasmen.
Di satu sisi, pemerintah harus menyesuaikan program dengan kondisi anggaran yang tersedia. Di sisi lain, apresiasi terhadap siswa yang telah mencapai prestasi nasional juga perlu diperhatikan.
Pernyataan Abdul Mu’ti bahwa pemerintah sedang mencari sumber dana lain menunjukkan adanya upaya untuk memperbaiki skema pembiayaan pada masa mendatang.
Dengan begitu, diharapkan hadiah dan bentuk apresiasi bagi para juara OSN dapat kembali ditingkatkan tanpa mengurangi program pembinaan talenta lainnya.
Kesimpulan
Hadiah OSN SD-SMP 2026 berkurang karena adanya pemangkasan anggaran yang signifikan pada Puspresnas Kemendikdasmen.
Tahun ini, peraih medali emas mendapatkan Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1 juta. Nominal tersebut menjadi sorotan karena jauh lebih rendah dibandingkan hadiah yang disebut diberikan pada OSN 2025.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti kemudian menyampaikan permintaan maaf dan menegaskan bahwa berkurangnya hadiah bukan berarti pemerintah mengurangi dukungan terhadap siswa berprestasi.
Para juara OSN tetap mendapatkan prioritas untuk dukungan beasiswa LPDP. Sementara itu, Kemendikdasmen sedang mencari skema pembiayaan dari sumber lain agar anggaran hadiah dapat ditambah pada masa mendatang.
Polemik hadiah OSN 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan talenta membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik melalui penghargaan finansial maupun kesempatan pendidikan untuk mengembangkan prestasi siswa.











