JAKARTA – Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 resmi ditutup pada 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Pendaftaran tahun ini dibuka untuk sembilan kementerian dan lembaga dengan total 4.770 formasi.
Bagi calon praja, taruna, dan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendaftaran, proses seleksi masih berlanjut. Tahapan berikutnya adalah seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN, hingga seleksi lanjutan.
Berdasarkan data BKN, hingga 28 Agustus 2026 pukul 15.14 WIB terdapat 99.145 pelamar Sekolah Kedinasan 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 66.303 pelamar telah melakukan submit atau menyelesaikan pendaftaran hingga mencetak kartu pendaftaran.
4.770 Formasi Dibuka pada Sekolah Kedinasan 2026
Pada seleksi tahun ini, terdapat sembilan kementerian/lembaga yang membuka penerimaan peserta didik Sekolah Kedinasan.
Total formasi yang tersedia mencapai 4.770 kursi. Berikut rinciannya:
| Instansi/Sekolah Kedinasan | Formasi |
|---|---|
| IPDN Kemendagri | 1.410 |
| PKN STAN Kemenkeu | 1.000 |
| Sekolah Kedinasan Kemenhub | 891 |
| Politeknik Statistika STIS BPS | 564 |
| Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 |
| Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 |
| STMKG BMKG | 130 |
| STIN BIN | 100 |
| Poltek SSN BSSN | 50 |
| Total | 4.770 |
BKN menyebut sembilan kementerian/lembaga tersebut meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, BPS, BIN, BSSN, dan BMKG.
PKN STAN Jadi Sekolah Kedinasan dengan Pendaftar Terbanyak
Persaingan pada seleksi tahun ini cukup ketat.
Berdasarkan data per 28 Agustus 2026, PKN STAN menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni 22.614 orang.
Posisi berikutnya ditempati:
- PKN STAN: 22.614 pendaftar
- IPDN: 19.142 pendaftar
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 15.090 pendaftar
- Politeknik Statistika STIS: 10.599 pendaftar
- PTDI-STTD: 8.250 pendaftar
- STMKG: 6.279 pendaftar
- Poltekpin: 5.276 pendaftar
- STIN: 2.644 pendaftar
- PKTJ Tegal: 2.004 pendaftar
Data tersebut menunjukkan bahwa minat calon peserta terhadap sekolah kedinasan masih sangat tinggi meskipun jumlah formasi yang tersedia terbatas.
Pendaftaran Dilakukan melalui Portal SSCASN
Seluruh proses pendaftaran Sekolah Kedinasan dilakukan melalui portal resmi SSCASN BKN.
Peserta harus membuat akun, mengisi data diri, memilih sekolah kedinasan sesuai ketentuan, mengunggah dokumen yang dipersyaratkan, kemudian menyelesaikan proses pendaftaran dan mencetak kartu pendaftaran.
Portal resmi pendaftaran dapat diakses melalui:
Namun, karena periode pendaftaran telah berakhir pada 30 Agustus 2026, portal tersebut kini digunakan untuk tahapan yang masih berlangsung sesuai status masing-masing peserta.
Tahapan Seleksi Setelah Pendaftaran Ditutup
Penutupan pendaftaran bukan berarti seluruh proses seleksi selesai.
Peserta yang telah mendaftar masih harus mengikuti sejumlah tahapan berikutnya.
1. Seleksi Administrasi
Seleksi administrasi berlangsung pada 18 Agustus–1 September 2026.
Pada tahap ini, dokumen dan persyaratan peserta akan diperiksa sesuai ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026.
2. Masa Sanggah
Peserta yang tidak lolos administrasi masih mendapatkan kesempatan mengajukan sanggah.
Masa sanggah dijadwalkan pada 4–5 September 2026.
Selanjutnya, instansi akan memberikan jawaban atas sanggahan peserta pada 4–6 September 2026.
Hasil setelah masa sanggah dijadwalkan diumumkan pada 7–8 September 2026.
3. Pembayaran PNBP SKD
Peserta yang lolos administrasi akan memasuki tahapan persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Penerbitan kode billing PNBP untuk SKD CAT BKN dijadwalkan pada 9–10 September 2026.
Sementara penyampaian kode billing dan pembayaran PNBP berlangsung pada 11–15 September 2026.
4. Pelaksanaan SKD CAT BKN
SKD akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN.
Pelaksanaan SKD dijadwalkan pada:
22 September–7 Oktober 2026.
Sebelum ujian, jadwal yang memuat lokasi, waktu, dan sesi peserta akan diumumkan pada 18–21 September 2026.
BKN juga telah menyiapkan 36 titik lokasi CAT di berbagai wilayah Indonesia untuk pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026.
BKN menyatakan seluruh lokasi tersebut telah dipersiapkan dari sisi perangkat komputer, jaringan, ruang ujian, serta dukungan teknis.
Setelah SKD Masih Ada Seleksi Lanjutan
Peserta yang berhasil melewati SKD belum otomatis dinyatakan sebagai calon mahasiswa atau taruna yang diterima.
Mereka masih harus mengikuti seleksi lanjutan sesuai ketentuan masing-masing kementerian/lembaga.
Seleksi lanjutan non-CAT BKN dijadwalkan berlangsung pada 11–28 Oktober 2026.
Untuk instansi yang menggunakan CAT pada seleksi lanjutan, terdapat tahapan tambahan berupa pembayaran PNBP, validasi data, penjadwalan, dan pelaksanaan ujian.
Kapan Pengumuman Kelulusan Akhir?
Pengumuman kelulusan akhir oleh kementerian atau lembaga penyelenggara dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober–1 November 2026.
Artinya, peserta yang telah menyelesaikan pendaftaran pada Agustus masih harus melewati rangkaian seleksi selama September dan Oktober sebelum mengetahui hasil akhirnya.
Jangan Sampai Ketinggalan Informasi
Peserta yang telah mendaftar perlu terus memantau informasi resmi dari BKN dan instansi sekolah kedinasan yang dipilih.
Beberapa tanggal penting yang perlu dicatat adalah:
- 2–3 September: pengumuman seleksi administrasi
- 4–5 September: masa sanggah
- 7–8 September: pengumuman pasca-sanggah
- 9–10 September: penerbitan kode billing PNBP SKD
- 11–15 September: pembayaran PNBP SKD
- 18–21 September: pengumuman jadwal SKD
- 22 September–7 Oktober: pelaksanaan SKD CAT BKN
- 11–28 Oktober: seleksi lanjutan non-CAT
- 21 Oktober–1 November: pengumuman kelulusan akhir
Peserta juga perlu memastikan seluruh informasi yang diterima berasal dari kanal resmi. Jangan mudah percaya kepada pihak yang menawarkan bantuan meluluskan peserta dengan imbalan tertentu.
Persaingan Ketat, Peserta Harus Siap Menghadapi SKD
Dengan jumlah pelamar yang mencapai puluhan ribu sementara formasi hanya 4.770, persaingan Sekolah Kedinasan 2026 cukup ketat.
Karena itu, peserta yang telah lolos administrasi perlu memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan SKD.
Selain memahami materi ujian, peserta harus memperhatikan jadwal, lokasi, dokumen yang harus dibawa, serta ketentuan teknis pelaksanaan CAT.
Kesalahan administratif atau keterlambatan mengikuti tahapan dapat menghambat proses seleksi.
Sekolah Kedinasan Jadi Jalur Pendidikan yang Banyak Diminati
Sekolah kedinasan masih menjadi pilihan menarik bagi lulusan sekolah menengah karena pendidikan tersebut diselenggarakan oleh kementerian atau lembaga tertentu dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan kompetensi di bidang pemerintahan.
Namun, setiap sekolah memiliki persyaratan, sistem seleksi, dan ketentuan kedinasan yang berbeda.
Karena itu, calon peserta tidak cukup hanya melihat jumlah formasi atau popularitas sekolah.
Peserta juga perlu memahami bidang pendidikan, persyaratan kesehatan atau fisik jika ada, sistem pendidikan, serta ketentuan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kesimpulan
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 telah resmi ditutup pada 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Tahun ini tersedia 4.770 formasi dari sembilan kementerian/lembaga penyelenggara. Hingga 28 Agustus, tercatat 99.145 pelamar, dengan PKN STAN menjadi sekolah kedinasan yang paling banyak diminati.
Bagi peserta yang sudah mendaftar, perjuangan belum selesai. Seleksi administrasi dilanjutkan dengan masa sanggah, SKD CAT BKN pada 22 September–7 Oktober, seleksi lanjutan, hingga pengumuman kelulusan akhir yang dijadwalkan pada 21 Oktober–1 November 2026.
Peserta disarankan terus memantau informasi melalui BKN dan instansi penyelenggara masing-masing agar tidak melewatkan jadwal penting.









