Klaten — Puluhan siswa SD Negeri 2 Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah, untuk sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di tempat yang tidak biasa. Sebanyak 25 siswa kelas III dan IV memanfaatkan gudang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada tepat di samping sekolah sebagai ruang belajar sementara.
Perpindahan tersebut dilakukan karena gedung SDN 2 Taskombang sedang menjalani revitalisasi menyeluruh yang telah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2026. Meski ruang belajar berpindah, aktivitas pembelajaran para siswa tetap berjalan seperti biasa bersama guru.
Gedung Sekolah Sedang Direvitalisasi
Revitalisasi SDN 2 Taskombang dilakukan karena sejumlah bagian bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan. Beberapa kondisi yang ditemukan antara lain tembok yang keropos dan atap yang mengalami kerusakan.
Proyek yang menggunakan anggaran dari APBN tersebut mencakup perbaikan ruang kelas I hingga VI. Selain ruang kelas, revitalisasi juga meliputi ruang kepala sekolah, toilet, perpustakaan, hingga penataan lingkungan sekolah.
Pekerjaan tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat kembali dilakukan di gedung sekolah yang telah diperbaiki.
Siswa Pindah ke Gudang KDMP
Selama proses revitalisasi berlangsung, pihak sekolah sempat mencari lokasi alternatif yang dapat digunakan sebagai tempat belajar siswa.
Sekolah mempertimbangkan rumah warga maupun fasilitas umum di sekitar sekolah. Namun, lokasi yang tersedia tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampung kegiatan belajar mengajar.
Akhirnya, pihak sekolah menemukan gudang KDMP yang berada persis di sebelah sekolah. Karena bangunan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal, sekolah mengajukan izin untuk menggunakannya sebagai tempat belajar sementara.
Penggunaan gudang tersebut dilakukan melalui proses peminjaman secara resmi dengan melibatkan pihak terkait di wilayah setempat.
Belajar Tetap Berjalan Meski di Tempat Sementara
Sejak akhir Agustus 2026, siswa kelas III dan IV mulai menggunakan gudang KDMP untuk mengikuti pembelajaran. Sumber lain melaporkan jumlah siswa yang belajar di lokasi tersebut mencapai 26 siswa, sehingga terdapat perbedaan pencatatan jumlah siswa dalam pemberitaan.
Meski harus meninggalkan ruang kelas yang biasa digunakan, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan bersama guru. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran sambil menunggu proses revitalisasi gedung sekolah selesai.
Situasi tersebut menjadi gambaran bagaimana kegiatan pendidikan tetap diupayakan berjalan meskipun sekolah sedang menjalani perbaikan infrastruktur.
Revitalisasi untuk Sekolah yang Lebih Layak
Perbaikan SDN 2 Taskombang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Revitalisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki ruang kelas yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.
Program revitalisasi satuan pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah. Di Kabupaten Klaten, program revitalisasi mencakup puluhan satuan pendidikan dari berbagai jenjang, dengan pekerjaan antara lain rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, toilet dan sanitasi, perpustakaan, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya.
Menunggu Sekolah Kembali Digunakan
Untuk sementara, gudang KDMP menjadi alternatif agar proses pembelajaran siswa SDN 2 Taskombang tidak terhenti selama gedung sekolah diperbaiki.
Dengan target penyelesaian pada Desember 2026, para siswa diharapkan dapat kembali belajar di ruang kelas sekolah mereka setelah proses revitalisasi selesai.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur sekolah tidak hanya menyangkut pembangunan fisik. Selama proses berlangsung, diperlukan pula solusi agar hak siswa untuk tetap mendapatkan pembelajaran dapat terus terpenuhi.









