Data Pokok Pendidikan atau Dapodik menjadi salah satu fondasi penting dalam pengelolaan pendidikan nasional. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi satuan pendidikan, peserta didik, pendidik, hingga berbagai kebutuhan pendidikan di daerah.
Kabar positif datang dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berdasarkan data Dapodik yang dipantau pada 13 September 2026, sebanyak 95,6 persen dari 208.541 satuan PAUD di Indonesia telah menyelesaikan pemutakhiran data pendidikan. Capaian tersebut masuk dalam kategori sangat baik.
Jutaan Anak dan Ratusan Ribu Guru Tercatat
Tingginya tingkat pemutakhiran data tersebut memiliki arti penting karena PAUD menjadi fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Saat ini, jenjang PAUD tercatat menaungi sekitar 6,38 juta peserta didik, 502.450 guru, dan 240.683 tenaga kependidikan berdasarkan data yang disampaikan PAUDPEDIA.
Kelengkapan data memungkinkan pemerintah mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kebutuhan pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan geografis maupun infrastruktur digital.
Dengan data yang semakin lengkap, berbagai kebijakan pendidikan dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan hanya berdasarkan perkiraan.
Dapodik Menentukan Arah Kebijakan Pendidikan
Dapodik bukan hanya sistem administrasi sekolah. Data yang dihimpun di dalamnya dapat menjadi dasar dalam menentukan berbagai kebijakan, termasuk perencanaan program, alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta pemetaan kebutuhan dan kualifikasi pendidik.
Karena itu, ketepatan dan kelengkapan data menjadi sangat penting. Kesalahan atau data yang belum diperbarui berpotensi memengaruhi ketepatan intervensi pemerintah terhadap satuan pendidikan dan peserta didik.
Data Pendidikan Nasional Capai 97,2 Persen
Secara keseluruhan, Dapodik saat ini mencakup 447.008 satuan pendidikan dengan sekitar 53,04 juta peserta didik serta 4,4 juta guru dan tenaga kependidikan. Tingkat kelengkapan pengiriman data secara nasional telah mencapai 97,2 persen.
Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, tingkat kelengkapan juga tergolong tinggi. SD tercatat mencapai 99,5 persen, SMP 98,7 persen, SMA 98,5 persen, SMK 98,1 persen, dan SLB 98,5 persen.
PKBM Masih Perlu Mendapat Pendampingan
Meski mayoritas satuan pendidikan formal telah menunjukkan tingkat kelengkapan data yang tinggi, masih terdapat pekerjaan rumah pada jalur pendidikan nonformal.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang melayani sekitar 1,66 juta peserta didik tercatat memiliki tingkat pengiriman data sebesar 88,1 persen, dengan predikat baik. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendampingan lebih lanjut agar kualitas dan kelengkapan data pendidikan nonformal dapat semakin meningkat.
Penguatan data di jalur nonformal penting dilakukan agar peserta didik yang berada di luar jalur pendidikan formal tetap masuk dalam radar kebijakan pemerintah.
Operator Sekolah Punya Peran Penting
Di balik tingginya capaian pemutakhiran Dapodik terdapat kerja para operator sekolah dan satuan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Mereka bertugas memastikan informasi mengenai peserta didik, guru, sarana prasarana, dan kondisi sekolah tercatat secara tepat.
Pemutakhiran data yang dilakukan secara rutin pada akhirnya bukan sekadar kewajiban administratif. Data yang akurat menjadi bagian dari upaya memastikan program pendidikan dapat menyentuh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Karena itu, satuan pendidikan yang belum menyelesaikan pemutakhiran maupun sinkronisasi Dapodik diharapkan segera menuntaskannya. Semakin lengkap dan akurat data pendidikan, semakin kuat pula dasar pemerintah dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.









