Sejumlah sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) masih diliburkan sementara menyusul munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski kegiatan belajar di sekolah terdampak, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan, siswa masih diliburkan sampai indeks kualitas udara kembali berada pada kondisi sehat. Pemerintah juga memberikan masker kepada masyarakat, terutama anak-anak, untuk digunakan ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
MBG Tetap Berjalan
Di tengah kebijakan tersebut, Rudy memastikan pelaksanaan MBG di Kalimantan Timur tidak dihentikan. Program pemenuhan gizi bagi siswa tersebut tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah di wilayahnya.
Namun, mekanisme teknis penyaluran makanan kepada siswa yang sedang tidak masuk sekolah belum dijelaskan secara terperinci. Rudy mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana teknis pembagian MBG di lapangan selama sekolah diliburkan.
Kondisi Karhutla Disebut Masih Terkendali
Rudy menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih menimbulkan asap di beberapa wilayah Kaltim. Meski demikian, menurutnya situasi masih dalam kondisi terkendali berkat penanganan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur Forkopimda lainnya.
Ia juga menyebut kualitas udara saat ini masih berada pada kondisi aman, tetapi dapat memburuk apabila kebakaran terus berlangsung. Karena itu, kegiatan sekolah masih dihentikan sementara sebagai langkah perlindungan terhadap siswa.
Sekolah nantinya dapat kembali menjalankan pembelajaran tatap muka setelah kondisi dan indeks kualitas udara dinilai kembali sehat. Sementara menunggu kondisi membaik, pemerintah memastikan program MBG tetap menjadi perhatian di Kalimantan Timur.









