Surakarta – Upaya menjaga kesehatan anak usia sekolah terus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sejak Agustus 2026, Puskesmas Sangkrah aktif melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak-anak sekolah di wilayah binaannya.
Pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik. Kementerian Kesehatan menyebut CKG sekolah ditujukan bagi peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA atau sederajat, dengan pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan.
Kesehatan Anak Dipantau Sejak Dini
Program CKG memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak usia sekolah. Pemeriksaan dapat mencakup sejumlah aspek, seperti status gizi, kesehatan mata dan telinga, kesehatan gigi, kesehatan jiwa, hingga pemeriksaan anemia dan kondisi kesehatan lainnya sesuai kelompok usia.
Pemantauan tersebut penting karena sejumlah gangguan kesehatan yang ditemukan sejak dini dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan. Kemenkes juga menekankan bahwa pelaksanaan CKG tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi perlu dilanjutkan dengan tindak lanjut terhadap temuan kesehatan.
CKG Mendukung Proses Belajar
Kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang aktivitas anak selama berada di sekolah. Dengan mengetahui kondisi kesehatan siswa, sekolah dan orang tua dapat memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk memberikan perhatian sesuai kebutuhan anak.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga membantu membangun kesadaran anak mengenai pentingnya menjaga tubuh sejak dini. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan pola hidup sehat hingga mereka tumbuh dewasa.
Kemenkes menempatkan CKG sekolah sebagai program preventif yang bertujuan membangun kesadaran dan budaya hidup sehat sejak usia sekolah.
Pemeriksaan Dilakukan di Sekolah
Untuk peserta didik, pelaksanaan CKG dilakukan di lingkungan sekolah melalui koordinasi dengan Puskesmas. Dalam mekanisme CKG sekolah, siswa mengikuti pemeriksaan sesuai jadwal kunjungan Puskesmas ke sekolah masing-masing.
Model layanan tersebut memungkinkan pemeriksaan kesehatan menjangkau siswa secara lebih dekat tanpa harus menunggu mereka datang ke fasilitas kesehatan secara mandiri.
Pelaksanaan CKG di sejumlah sekolah di Surakarta juga telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari upaya mendeteksi masalah kesehatan siswa sekaligus mendukung proses belajar yang optimal.
Tidak Berhenti pada Pemeriksaan
Program CKG pada 2026 semakin diarahkan pada tindak lanjut hasil pemeriksaan. Kemenkes menegaskan bahwa temuan masalah kesehatan perlu ditangani melalui edukasi, pemantauan, pengobatan, atau rujukan sesuai kondisi peserta.
Dengan demikian, CKG bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan sesaat. Program ini menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenali kondisi kesehatan anak dan menentukan langkah berikutnya apabila ditemukan masalah.
Melalui pelaksanaan CKG di sekolah-sekolah wilayah binaan Puskesmas Sangkrah, pemantauan kesehatan anak diharapkan dapat dilakukan sejak dini. Anak yang sehat memiliki fondasi yang lebih baik untuk mengikuti aktivitas belajar, bermain, dan tumbuh secara optimal.








