Jakarta – Kecoa selama ini lebih dikenal sebagai serangga yang hidup di lingkungan kotor. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa salah satu spesies kecoa ternyata memiliki kemampuan yang menarik, yakni menguraikan plastik jenis polistirena (PS).
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Hazardous Materials menguji kemampuan kecoa Blaptica dubia dalam mengonsumsi dan mendegradasi mikroplastik polistirena. Hasilnya menunjukkan adanya proses biodegradasi plastik di dalam sistem pencernaan kecoa.
Mampu Mengurai Hampir Separuh Plastik yang Dimakan
Dalam eksperimen tersebut, kecoa Blaptica dubia diberi polistirena sebagai bahan uji. Peneliti menemukan bahwa kecoa dapat mendegradasi hingga sekitar 46,6 persen polistirena yang tertelan dalam waktu 24 jam.
Kemampuan tersebut tidak hanya diduga terjadi karena plastik dikunyah menjadi potongan yang lebih kecil. Analisis menunjukkan adanya perubahan pada struktur polimer, termasuk penurunan berat molekul dan terbentuknya kelompok kimia teroksidasi yang menjadi bukti terjadinya proses biodegradasi.
Peran Penting Mikroorganisme di Usus
Para peneliti menemukan bahwa kemampuan tersebut berkaitan dengan kerja sama antara sistem pencernaan kecoa dan mikroorganisme yang hidup di dalam ususnya.
Setelah kecoa mengonsumsi polistirena, komposisi mikroorganisme dalam saluran pencernaannya mengalami perubahan. Sejumlah gen yang berkaitan dengan proses penguraian plastik juga ditemukan dalam jumlah lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa mikrobiota usus memiliki peran dalam proses pemecahan material plastik.
Penelitian yang lebih baru pada 2026 kembali menemukan bahwa Blaptica dubia mampu mendegradasi mikroplastik polistirena melalui jaringan kerja enzim yang melibatkan kecoa dan mikroorganisme ususnya. Dalam studi tersebut, kecoa mengalami kehilangan massa polistirena sekitar 54,9 persen selama 42 hari pada kondisi eksperimen.
Bukan Berarti Semua Plastik Bisa Dimakan Kecoa
Meski hasil penelitian menarik, temuan ini tidak berarti kecoa dapat menjadi solusi langsung untuk seluruh persoalan sampah plastik.
Studi yang paling kuat pada Blaptica dubia berfokus pada polistirena, salah satu jenis plastik yang banyak digunakan untuk berbagai produk dan kemasan. Kemampuan menguraikan satu jenis polimer juga tidak otomatis berlaku untuk semua jenis plastik.
Selain itu, penelitian mengenai kecoa sebagai pengurai plastik masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut sebelum dapat diterapkan dalam skala pengelolaan sampah. Para peneliti masih perlu memahami mekanisme biologisnya secara lebih mendalam serta menguji keamanan dan efektivitas penerapannya.
Potensi untuk Teknologi Pengelolaan Sampah
Temuan tersebut membuka peluang untuk mempelajari lebih jauh mikroorganisme dan enzim dalam saluran pencernaan serangga. Jika mekanisme penguraiannya dapat dipahami dan dikembangkan, komponen biologis tersebut berpotensi menjadi inspirasi bagi teknologi biodegradasi plastik.
Dengan demikian, yang menarik dari penelitian ini bukan sekadar fakta bahwa kecoa bisa memakan plastik, tetapi bagaimana sistem pencernaan dan mikrobiota ususnya bekerja sama dalam memodifikasi serta menguraikan polimer.
Penelitian tentang kemampuan serangga dan mikroorganisme dalam mengolah plastik pun masih terus berkembang. Kecoa menjadi salah satu organisme yang kini ikut dipelajari untuk mencari pendekatan biologis terhadap persoalan sampah plastik yang sulit terurai.








