Jakarta – Berbohong tidak selalu mudah dikenali. Seseorang yang menyampaikan informasi tidak benar belum tentu terlihat gugup, menghindari tatapan, atau menunjukkan bahasa tubuh yang mencurigakan.
Menurut profesor psikologi di Texas Woman’s University, Christian L. Hart, PhD, orang yang sudah terampil berbohong dapat tampil percaya diri, santai, dan mampu memainkan peran tertentu agar terlihat meyakinkan. Psikolog Drew A. Curtis, PhD, juga menjelaskan sejumlah perilaku yang dapat muncul pada orang yang terampil melakukan kebohongan.
1. Mampu Mengendalikan Emosi
Orang yang pandai berbohong dapat berusaha mengatur respons emosionalnya agar sesuai dengan cerita yang disampaikan.
Misalnya, mereka dapat menampilkan ekspresi sedih, terkejut, bahagia, atau serius sesuai situasi. Pengendalian tersebut dapat membuat cerita yang disampaikan terlihat lebih meyakinkan.
2. Pandai Memainkan Peran
Pembohong yang terampil juga dapat menyesuaikan perilakunya dengan lingkungan dan orang yang sedang diajak berbicara.
Mereka berusaha menampilkan citra tertentu agar dianggap dapat dipercaya. Dengan kata lain, orang tersebut tidak hanya menyusun cerita, tetapi juga berusaha memainkan peran sebagai seseorang yang terlihat jujur.
3. Justru Menjaga Kontak Mata
Ada anggapan bahwa orang berbohong biasanya menghindari kontak mata. Namun, hal tersebut tidak selalu berlaku.
Menurut Curtis, pembohong yang terampil justru dapat mempertahankan atau meningkatkan kontak mata untuk memberikan kesan percaya diri dan meyakinkan lawan bicara.
Karena itu, kontak mata saja tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang sedang berbohong. Penelitian mengenai deteksi kebohongan juga menunjukkan bahwa tanda-tanda nonverbal memiliki tingkat keandalan yang terbatas.
4. Mampu Mengatur Nada Bicara
Cara berbicara juga dapat dikendalikan oleh seseorang yang terbiasa berbohong.
Mereka mungkin berusaha menggunakan nada suara yang terdengar percaya diri, serius, dan stabil. Tujuannya adalah menghindari kesan gugup atau ragu ketika menyampaikan informasi.
Dengan mengatur intonasi dan tinggi rendah suara, seseorang dapat membuat cerita terdengar seperti percakapan biasa.
5. Tetap Tenang dan Percaya Diri
Tidak semua pembohong akan terlihat panik. Orang yang sudah terampil dapat berusaha mempertahankan perilaku yang normal saat menyampaikan cerita.
Mereka dapat mengontrol gerakan tubuh yang menunjukkan kegelisahan dan berusaha terlihat santai. Sikap tenang tersebut dapat membuat orang lain tidak langsung menaruh curiga.
6. Mengendalikan Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah juga dapat menjadi bagian dari perilaku yang dikontrol ketika seseorang berusaha meyakinkan orang lain.
Orang yang pandai berbohong dapat menyesuaikan raut wajah dengan cerita yang disampaikan. Dengan begitu, ekspresi yang muncul terlihat selaras dengan situasi yang sedang dibicarakan.
Jangan Menilai Kebohongan dari Satu Tanda
Meski terdapat sejumlah karakteristik yang sering dikaitkan dengan orang yang terampil berbohong, tidak ada satu gerakan tubuh, tatapan mata, atau ekspresi wajah yang dapat menjadi bukti pasti seseorang sedang berbohong.
Riset tentang deteksi kebohongan menunjukkan bahwa manusia relatif sulit mengidentifikasi kebohongan hanya berdasarkan bahasa tubuh. Pemeriksaan informasi secara sistematis dan membandingkannya dengan bukti yang tersedia dapat memberikan dasar yang lebih kuat.
Karena itu, seseorang yang tidak melakukan kontak mata, terlihat gugup, atau justru terlalu percaya diri tidak otomatis berarti sedang berbohong. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi banyak faktor lain.
Cara yang lebih hati-hati adalah memperhatikan konsistensi cerita, detail informasi, dan bukti yang dapat diverifikasi, bukan langsung menyimpulkan seseorang berbohong hanya berdasarkan bahasa tubuh.








