Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pelatihan khusus kepada wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat untuk mencegah bullying atau perundungan serta kekerasan seksual di lingkungan sekolah berasrama.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pengasuhan di Sekolah Rakyat. Para wali asuh tidak hanya bertugas mendampingi kegiatan siswa sehari-hari, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang dan kondisi yang beragam. Sebagian siswa dapat beradaptasi dengan pola pendidikan berasrama dan jadwal belajar yang padat, sementara sebagian lainnya masih menghadapi persoalan akademik, sosial, kesehatan, maupun psikologis.
Menurut Saifullah Yusuf, terdapat siswa yang secara administratif sudah berada di jenjang SMA tetapi masih mengalami kesulitan membaca. Selain itu, ada pula siswa yang menghadapi persoalan kesehatan seperti gangguan gigi dan anemia.
Kemensos juga mencatat bahwa sebagian siswa Sekolah Rakyat merupakan anak yang pernah mengalami kekerasan, baik di lingkungan keluarga, jalanan maupun kekerasan seksual. Kondisi tersebut membuat pendampingan terhadap mereka perlu dilakukan secara lebih intensif dan menyeluruh.
Karena itu, wali asuh dan wali asrama diminta tidak hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka perlu memiliki kemampuan memahami kondisi anak, menunjukkan empati, serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Dibekali Pencegahan Bullying
Dalam pelatihan penguatan pengasuhan, para wali asuh dan wali asrama mendapatkan materi mengenai pencegahan bullying dan kekerasan seksual. Pembekalan tersebut bertujuan agar mereka mampu mengenali tanda-tanda kekerasan sejak dini dan mengambil langkah yang tepat ketika terjadi persoalan di lingkungan sekolah maupun asrama.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena lingkungan Sekolah Rakyat mempertemukan siswa dengan pengalaman dan kondisi kehidupan yang berbeda-beda. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten diharapkan dapat membantu siswa merasa aman sekaligus mencegah terjadinya perundungan.
Saifullah Yusuf menekankan pentingnya empati dalam menjalankan tugas pendampingan. Menurutnya, wali asuh dan wali asrama harus bekerja secara total dalam mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
Dengan penguatan kapasitas wali asuh dan wali asrama, Kemensos berharap Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga lingkungan yang memberikan perlindungan serta dukungan bagi perkembangan siswa.








