Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat pengembangan pendidikan vokasi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri sepeda motor. Salah satu program yang dijalankan adalah Pos AHASS Teaching Factory (TEFA), yang memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan bengkel.
Program tersebut diperkenalkan dalam Astra Media Day 2026 yang berlangsung pada 23 September 2026. Marketing Director PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi, mengatakan pengembangan industri sepeda motor perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Saat ini terdapat 32 Pos AHASS TEFA yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia. Fasilitas tersebut memberikan akses magang dan praktik lapangan kepada lebih dari 1.000 siswa setiap tahun, terutama siswa SMK di wilayah rural yang menghadapi keterbatasan akses terhadap tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan standar industri.
Padukan Pembelajaran Sekolah dengan Praktik Bengkel
Pos AHASS TEFA merupakan bagian dari pengembangan kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda. Melalui konsep Teaching Factory, pembelajaran di sekolah dipadukan dengan praktik nyata sehingga siswa dapat mengenal lingkungan kerja dan standar pelayanan industri secara langsung.
Siswa yang menjalankan praktik di Pos AHASS TEFA tidak hanya mempelajari keterampilan teknis. Mereka juga mendapatkan pengalaman mengenai proses pelayanan konsumen dan prosedur kerja yang diterapkan pada jaringan bengkel resmi Honda.
Dalam pelaksanaannya, pengerjaan servis dilakukan oleh siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda. Mereka juga mendapatkan pendampingan dari teknisi supervisi AHASS mitra selama menjalankan pekerjaan.
AHM Telah Bina 716 SMK
Pengembangan pendidikan vokasi AHM telah berlangsung sejak 2010. Hingga 2026, AHM tercatat telah membina 716 SMK Mitra Binaan dan 133 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di 37 provinsi.
Program tersebut telah menjangkau lebih dari 400.000 siswa dan melibatkan 4.282 guru binaan tersertifikasi. Data tersebut menunjukkan cakupan kerja sama pendidikan vokasi yang dibangun AHM bersama sekolah-sekolah di berbagai daerah.
Selain melalui Pos AHASS TEFA, AHM juga menjalankan program pengembangan vokasi lain. Pada Festival Vokasi Satu Hati 2026, misalnya, program AHM melibatkan 30.180 peserta yang terdiri dari 26.736 siswa dan 3.444 guru dari 699 SMK Mitra Binaan Astra Honda.
Pos AHASS TEFA Juga Layani Konsumen
Pos AHASS TEFA tidak hanya menjadi fasilitas pembelajaran bagi siswa. Tempat tersebut juga menjalankan fungsi sebagai bagian dari jaringan layanan purna jual Honda, sehingga masyarakat di sekitar lokasi dapat memperoleh layanan perawatan sepeda motor.
Setiap Pos AHASS TEFA memiliki sekitar tiga hingga empat pit kerja. Secara keseluruhan, 32 lokasi tersebut memiliki kemampuan melayani hingga 300 unit sepeda motor per hari. Layanan yang tersedia antara lain perawatan berkala dan penggantian oli menggunakan Honda Genuine Parts (HGP).
Melalui konsep tersebut, siswa dapat memperoleh pengalaman kerja dalam kondisi yang mendekati lingkungan bengkel sebenarnya. Sementara itu, masyarakat di daerah juga memperoleh tambahan akses terhadap layanan purna jual sepeda motor.
Perkuat Kesiapan Siswa SMK
Pengembangan Pos AHASS TEFA menjadi salah satu cara AHM mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teori di sekolah, tetapi juga kesempatan mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung.
Program tersebut terutama memberikan manfaat bagi siswa SMK di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas PKL berstandar industri. Dengan pengalaman praktik dan pendampingan teknisi, siswa dapat mengenal kompetensi teknis sekaligus standar pelayanan yang dibutuhkan di dunia kerja.
AHM menyatakan pengembangan pendidikan vokasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor otomotif. Program pendidikan dan praktik lapangan kemudian menjadi jembatan bagi siswa SMK untuk mengenal lebih dekat kebutuhan industri sepeda motor.








