Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap agar sekolah dan tenaga pendidik memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian.
Sebagai bagian dari persiapan, Kemendikdasmen meluncurkan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru SD dalam mengajar Bahasa Inggris melalui pelatihan yang praktis, aplikatif, dan sesuai dengan karakter peserta didik di jenjang sekolah dasar.
Pada tahap pertama, sebanyak 5.777 guru dari 177 kabupaten/kota di 34 provinsi mengikuti pelatihan yang berlangsung selama sekitar enam bulan. Pelatihan ini ditargetkan selesai pada Agustus hingga September 2026 sebagai bekal sebelum implementasi kebijakan dimulai pada tahun ajaran 2027/2028.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa guru yang mengikuti pelatihan akan diprioritaskan mengajar di kelas 3 SD saat tahap awal penerapan. Pemerintah menargetkan sekitar 58.896 sekolah dasar, atau sekitar 30 persen dari total SD di Indonesia, mulai menerapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib pada tahun ajaran 2027/2028.
Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga pada strategi mengajar yang efektif, komunikatif, dan menyenangkan bagi siswa SD. Guru juga didorong untuk membagikan praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas.
Selain pelatihan tatap muka, Kemendikdasmen menyediakan materi pembelajaran mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan platform Rumah Pendidikan, sehingga guru yang belum mengikuti pelatihan tetap dapat meningkatkan kompetensinya secara mandiri.
Pemerintah berharap kebijakan ini mampu memperkuat kemampuan dasar berbahasa asing peserta didik sejak dini tanpa mengesampingkan penguasaan Bahasa Indonesia. Dengan dukungan guru yang kompeten dan implementasi bertahap, pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar diharapkan berlangsung lebih efektif dan berkualitas.










