SURAKARTA – Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta memperingati Dies Natalis ke-46 dengan menggelar pagelaran wayang kulit bertajuk Pandawa Syukur di Kampus 2 UTP Surakarta. Kegiatan budaya yang menjadi agenda tahunan kampus ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarat akan nilai filosofi sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan UTP selama lebih dari empat dekade.
Pagelaran wayang dibawakan oleh Ki Amar Pradopo dan turut dihadiri Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, bersama sivitas akademika, alumni, serta tamu undangan.
Pandawa Syukur Jadi Simbol Perjalanan UTP
Pemilihan lakon Pandawa Syukur bukan tanpa alasan. Kisah tersebut menggambarkan pentingnya rasa syukur setelah melalui berbagai tantangan, sekaligus menjadi refleksi untuk menentukan langkah dan arah yang lebih baik di masa depan.
Melalui tema ini, UTP ingin mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan momentum Dies Natalis sebagai kesempatan untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Nilai-nilai kebijaksanaan, kerja keras, persatuan, dan integritas yang terkandung dalam kisah Pandawa juga dinilai sejalan dengan visi universitas dalam membangun generasi yang unggul.
Wujud Komitmen Melestarikan Budaya Jawa
Pentas wayang kulit yang rutin digelar setiap peringatan Dies Natalis menjadi bukti komitmen UTP Surakarta dalam nguri-uri budaya Jawa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, kampus ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Wayang tidak hanya dipandang sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pembelajaran karakter yang mengajarkan kepemimpinan, tanggung jawab, kejujuran, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Selain melestarikan budaya, UTP juga terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan sumber daya manusia, khususnya kompetensi para dosen.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik diharapkan mampu mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan zaman.
Dengan kualitas akademik yang terus ditingkatkan, UTP menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Mencetak Lulusan Berkarakter
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung nilai patriotisme, kepeloporan, dan kemandirian, UTP berkomitmen mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga integritas dan kepedulian sosial.
Melalui peringatan Dies Natalis ke-46 yang dikemas dengan nuansa budaya, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta menegaskan tekadnya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul, tetap berakar pada budaya bangsa, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.









