Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi Gerakan Berbagi Sepatu yang digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap murid terdampak bencana banjir di Aceh. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial kepada peserta didik.
Melalui kolaborasi dengan MD Entertainment Foundation, Kemendikdasmen menyalurkan sebanyak 2.500 pasang sepatu bagi murid yang terdampak banjir di berbagai wilayah Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak kembali bersekolah dengan lebih nyaman sekaligus menjaga semangat mereka dalam menempuh pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan karakter melalui tindakan nyata. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang peduli terhadap sesama dan memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.
Gerakan Berbagi Sepatu dirangkai dengan kegiatan nonton bareng film Children of Heaven yang diikuti murid dari jenjang SD hingga SMK di Jakarta. Kegiatan tersebut dipilih karena pesan yang terkandung dalam film dinilai mampu menggugah rasa empati dan kesadaran peserta didik tentang arti penting sebuah bantuan sederhana bagi kehidupan seorang anak.
Perwakilan dari MD Entertainment Foundation, Sairaa Punjabi, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan kampanye “Sepasang Sepatu Berjuta Mimpi”. Kampanye tersebut terinspirasi dari pesan kemanusiaan dalam film yang menggambarkan betapa berharganya sepasang sepatu bagi seorang anak untuk tetap bersekolah dan mengejar cita-citanya.
Kemendikdasmen berharap gerakan sosial semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus berbagi dan membantu sesama, terutama bagi anak-anak yang terdampak bencana. Selain memberikan bantuan nyata, program ini juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang menanamkan nilai kepedulian, solidaritas, dan gotong royong di lingkungan pendidikan.
Ke depan, Gerakan Berbagi Sepatu direncanakan akan diperluas ke berbagai daerah lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan generasi cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat kemanusiaan yang tinggi.








