JAKARTA – Mengikuti olimpiade akademik tingkat internasional menjadi cita-cita banyak pelajar di Indonesia, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Namun, untuk dapat mewakili Indonesia di ajang internasional, peserta harus melalui serangkaian seleksi yang panjang, dimulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Seleksi OSN dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Para peraih medali pada tingkat nasional kemudian mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas). Dari proses tersebut, empat peserta terbaik di setiap bidang dipilih sebagai delegasi Indonesia untuk mengikuti olimpiade internasional.
Belajar Konsisten Jadi Kunci Utama
Siswa SMA Kolese Kanisius Jakarta, Nathan Allan, membagikan pengalamannya setelah dua kali dipercaya menjadi delegasi Indonesia pada International Olympiad in Informatics (IOI) 2025 dan 2026.
Menurut Nathan, keberhasilan di ajang internasional tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui kebiasaan belajar yang konsisten setiap hari.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya rutin melatih kemampuan dengan mengerjakan soal-soal olimpiade selama sekitar 30 menit hingga satu jam setiap hari. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada belajar dalam waktu yang sangat lama tetapi tidak berkelanjutan.
Jadikan Belajar Sebagai Hobi
Nathan juga menyarankan agar siswa tidak menganggap belajar sebagai beban atau kewajiban.
Dengan menjadikan latihan soal sebagai hobi, proses belajar akan terasa lebih menyenangkan sehingga motivasi untuk terus berkembang dapat terjaga.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi IOI, Nathan memanfaatkan berbagai bank soal olimpiade, termasuk melalui platform Codeforces, serta mempelajari materi tambahan yang diberikan para pembina selama mengikuti Pelatnas dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Jangan Takut Menghadapi Soal Sulit
Sementara itu, siswa SMAS Kharisma Bangsa, Muhammad Zhafif, menilai bahwa salah satu cara terbaik meningkatkan kemampuan adalah dengan membiasakan diri mengerjakan soal-soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Menurutnya, tantangan tersebut akan melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, serta daya juang yang dibutuhkan saat menghadapi kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Semakin sering siswa berlatih menyelesaikan soal sulit, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul pada ajang olimpiade.
Persiapan Sejak Dini Tingkatkan Peluang Berprestasi
Menjadi delegasi Indonesia di olimpiade akademik internasional memerlukan proses panjang yang diawali dari seleksi OSN hingga Pelatnas.
Oleh karena itu, siswa yang bercita-cita berprestasi di tingkat dunia dianjurkan mempersiapkan diri sejak dini melalui latihan yang rutin, memperbanyak pengalaman mengerjakan soal olimpiade, memanfaatkan berbagai sumber belajar, serta menjaga semangat untuk terus berkembang.
Dengan disiplin, konsistensi, dan keberanian menghadapi tantangan, peluang untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang olimpiade internasional akan semakin terbuka.








