Bogor – Keterbatasan pendidikan orang tua tidak menjadi penghalang bagi Ngatino untuk mendorong putrinya meraih pendidikan setinggi mungkin. Ngatino dan istrinya sama-sama hanya menempuh pendidikan hingga sekolah dasar (SD), tetapi mereka selalu menanamkan pentingnya belajar kepada anak-anak.
Kini, perjuangan tersebut berbuah manis. Putrinya, Rizka Aula Apriliani, berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Pertanian IPB University dengan IPK 3,85.
Ayah Pegawai Toko Bangunan
Ngatino sehari-hari bekerja sebagai pegawai toko bahan bangunan. Meski memiliki keterbatasan dari sisi pendidikan formal, ia selalu mendorong anak-anaknya untuk rajin belajar dan bersungguh-sungguh dalam bidang yang diminati.
Menurut Ngatino, Rizka memang telah menunjukkan semangat belajar yang tinggi sejak kecil.
Keberhasilan putrinya menjadi lulusan terbaik IPB pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga.
“Sebagai orang tua, sangat bangga anak kami telah berhasil dan mendapatkan nilai yang bagus,” kata Ngatino.
Rizka Lulus dengan IPK 3,85
Rizka menempuh pendidikan di Program Studi Agronomi dan Hortikultura (AGH), Fakultas Pertanian IPB University.
Ia diterima di IPB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) setelah sebelumnya bersekolah di SMAN 2 Bekasi.
Selama kuliah, Rizka mendapatkan dukungan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Beasiswa tersebut membantunya menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa memberikan beban biaya yang terlalu besar kepada orang tuanya.
Terinspirasi dari Pertumbuhan Tanaman
Selama mempelajari Agronomi dan Hortikultura, Rizka menemukan ketertarikan terhadap proses pertumbuhan tanaman.
Baginya, perjalanan tanaman memberikan pelajaran bahwa sebuah pencapaian membutuhkan proses panjang.
Rizka memaknai perjalanan pendidikannya seperti pertumbuhan tanaman: membutuhkan awal yang baik, lingkungan yang mendukung, serta ketekunan dalam merawatnya hingga akhirnya menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Pendidikan Selalu Diprioritaskan
Meski hanya lulusan SD, kedua orang tua Rizka selalu berusaha menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas.
Rizka mengaku bangga kepada kedua orang tuanya karena keterbatasan pendidikan mereka tidak mengurangi perhatian terhadap masa depan anak.
“Meski kedua orang tua hanya lulus SD, saya sangat bangga karena mereka selalu memprioritaskan pendidikan anak-anaknya dan ingin kami merasakan kehidupan yang lebih baik.”
Nasihat sederhana dari orang tuanya pun terus ia pegang, yaitu untuk tidak lupa salat, berdoa, dan bersyukur.
Kisah yang Menginspirasi
Kisah Ngatino dan Rizka menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan orang tua bukanlah batas bagi cita-cita seorang anak.
Dengan dukungan keluarga, akses terhadap pendidikan, beasiswa, dan kemauan untuk terus belajar, Rizka mampu menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi dan meraih predikat sebagai salah satu lulusan terbaik.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan keluarga—bahkan ketika orang tua tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi.
















