Pelepasan tukik atau anak penyu ke laut tidak sekadar memindahkannya dari wadah langsung ke air. Proses tersebut perlu dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak mengganggu perilaku alami tukik dan tetap memberikan kesempatan bagi mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan.
Hal ini menjadi perhatian setelah beredar video yang memperlihatkan tukik dilepaskan langsung dari ember menuju area yang terkena hempasan ombak. Menurut ahli yang dikutip detikEdu dari IPB University, masuknya tukik ke laut dengan bantuan ombak pada dasarnya tidak selalu bermasalah. Namun, proses pelepasan tetap perlu memperhatikan kondisi dan tidak dilakukan secara kasar atau tergesa-gesa.
Tukik Perlu Dibiarkan Mengenali Lingkungannya
Secara alami, tukik yang baru menetas akan keluar dari sarang kemudian bergerak menuju laut. Perjalanan dari sarang menuju air merupakan bagian penting dari fase awal kehidupannya. Gerakan tersebut juga membantu tukik menghadapi lingkungan dan meningkatkan peluang bertahan hidup.
Karena itu, tukik sebaiknya tidak langsung diangkat dan dilemparkan ke laut. Panduan konservasi WWF menyebutkan bahwa tukik yang baru menetas sebaiknya dilepaskan dalam kondisi yang memungkinkan mereka bergerak sendiri menuju laut. Jarak pelepasan juga idealnya mempertimbangkan jarak antara sarang dan garis air pada kondisi alaminya.
Waktu Pelepasan Juga Penting
Pelepasan tukik umumnya dilakukan pada waktu dengan risiko predator dan gangguan manusia yang lebih rendah. Panduan WWF merekomendasikan pelepasan setelah matahari terbenam hingga menjelang matahari terbit, sementara beberapa praktik konservasi menyesuaikan waktu dengan kondisi pantai dan karakter lokasi.
Selain itu, cahaya juga perlu diminimalkan. Tukik memiliki kecenderungan bergerak menuju arah yang lebih terang, sehingga cahaya lampu dari manusia, kendaraan, atau bangunan di sekitar pantai dapat membuat mereka kehilangan arah. Penggunaan flash kamera juga sebaiknya dihindari.
Jangan Banyak Menyentuh Tukik
Saat pelepasan berlangsung, manusia sebaiknya memberikan ruang agar tukik dapat berjalan sendiri. Tukik tidak perlu didorong atau diarahkan secara paksa ke dalam air.
Apabila ditemukan tukik yang lemah atau memiliki kondisi tidak normal, penanganannya sebaiknya diserahkan kepada pihak konservasi atau otoritas terkait untuk mendapatkan perawatan terlebih dahulu.
Pelepasan tukik pada akhirnya bukan sekadar kegiatan simbolis. Cara yang benar diperlukan untuk mendukung proses adaptasi satwa tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi penyu di alam.









