idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, 22 October 2026
  • Beranda
  • Berita

    CT ARSA dan Islamic Relief Ajak 30 Anak Yatim Belajar dan Belanja di Transmart

    OMKI 2026 di IPB University, Mahasiswa Kehutanan se-Indonesia Adu Prestasi Olahraga dan Karya Ilmiah

    Rajin Upload Konten tapi Susah FYP? Ini Tips Upgrade Skill Editing CapCut

    Teks Sumpah Pemuda Lengkap, Makna, dan 9 Tokoh Penting Kongres Pemuda II

    Sejarah Sumpah Pemuda: 3 Rapat Kongres Pemuda II dan Isi Putusannya

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

    2.000 Guru PAUD Indramayu Tuntut Insentif Rp 3,1 Miliar Segera Cair, Siap Gelar Aksi Damai

    Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Setelah Asma Kambuh, Sekolah Kembali Terapkan PJJ

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    CT ARSA dan Islamic Relief Ajak 30 Anak Yatim Belajar dan Belanja di Transmart

    OMKI 2026 di IPB University, Mahasiswa Kehutanan se-Indonesia Adu Prestasi Olahraga dan Karya Ilmiah

    Rajin Upload Konten tapi Susah FYP? Ini Tips Upgrade Skill Editing CapCut

    Teks Sumpah Pemuda Lengkap, Makna, dan 9 Tokoh Penting Kongres Pemuda II

    Sejarah Sumpah Pemuda: 3 Rapat Kongres Pemuda II dan Isi Putusannya

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, IQ Minimal 120 Jadi Salah Satu Syarat Utama

    20 Siswa dan Alumni SMK Indonesia Raih 9 Penghargaan di WorldSkills Shanghai 2026

    Siswa Terduga Pelaku Bullying di Penabur Dikeluarkan, Pengawalan Tentara Jadi Sorotan

    anen Raya di SDN Cengkareng Barat 13, Siswa Belajar dari Kebun hingga Kolam Ikan

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Syarat IP KJMU Tahap II 2026, Ini Minimal Nilai untuk Mahasiswa PTN dan PTS

    KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang I Cair, Ini Besaran Dana dan Ketentuannya

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Ini Syarat Indeks Prestasi bagi Mahasiswa

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    Mulai 2027, Pemerintah Siapkan Pengalihan 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu

    2.000 Guru PAUD Indramayu Tuntut Insentif Rp 3,1 Miliar Segera Cair, Siap Gelar Aksi Damai

    Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Setelah Asma Kambuh, Sekolah Kembali Terapkan PJJ

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    3 Pelanggaran TKA 2026 yang Sering Tak Disadari Siswa, Apa Saja?

    Penerimaan Murid SMA Unggul Garuda 2027 Makin Dekat, Simak Persiapannya

    Polisi Periksa 8 Siswa Diduga Korban Penamparan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang

    8 Siswa SMPN 18 Malang Korban Dugaan Penamparan Dapat Pendampingan Psikologis

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    Pelatihan Teknis Guru Pamong dan Dosen PPG Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar

    Pendataan KJMU Tahap II 2026 Dibuka, Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Oktober

    Pengumuman PPG Calon Guru 2026: Hasil Wawancara Sudah Bisa Dicek di SIMPKB

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno

    Kisah Haifa, Lulusan UNJ yang Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda Berkat Pengalaman Magang

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    NASA Ungkap Bumi Menghadapi Krisis Air, Cadangan Air Tawar Global Turun Drastis

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Potret Flora dan Fauna Tanjung Puting yang Terancam Kebakaran, Habitat Orangutan Jadi Sorotan

    Dua Guru BK As-Shofa Pekanbaru Masuk Top 10 Changemaker Mentari National Awards 2026

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM Lebih Dekat dengan Kehidupan Anak, Tak Harus Pakai Laboratorium Mahal

5 September 2026
in Berita
7 min read
240
0
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM Lebih Dekat dengan Kehidupan Anak, Tak Harus Pakai Laboratorium Mahal
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Melalui pendekatan yang sederhana, STEM diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pembelajaran yang hanya bisa dilakukan dengan laboratorium lengkap, perangkat teknologi mahal, atau peralatan khusus.

Justru, berbagai hal yang ditemui anak setiap hari dapat menjadi sumber belajar. Katak di sawah, belalang di rerumputan, semut yang berjalan beriringan hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep sains kepada anak.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

STEM Tak Harus Mahal dan Rumit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menerapkan pembelajaran sains.

Menurutnya, sains seharusnya dapat dipelajari oleh siapa saja dan tidak harus menggunakan fasilitas laboratorium yang mahal.

Anak dapat belajar melalui berbagai hal yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, proses belajar sains menjadi lebih dekat dengan pengalaman anak dan tidak terasa sebagai sesuatu yang sulit atau jauh dari kehidupan mereka.

Perubahan cara pandang ini menjadi penting karena selama ini STEM kerap diasosiasikan dengan teknologi canggih dan biaya tinggi.

Padahal, inti pembelajaran STEM adalah bagaimana peserta didik belajar mengamati persoalan, mengajukan pertanyaan, mencoba menemukan solusi, mengevaluasi hasil, dan menciptakan sesuatu yang bermakna.

Mengenalkan Sains Sejak Usia Dini

Kemendikdasmen mendorong pendekatan STEM diperkenalkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

Abdul Mu’ti mengaitkan pengenalan sains sejak usia dini dengan gagasan wajib belajar 13 tahun.

Menurutnya, anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka secara spontan dapat mengajukan berbagai pertanyaan tentang sesuatu yang dilihat atau ditemukan di sekitarnya.

Rasa ingin tahu tersebut perlu dipelihara dan tidak dibatasi dengan anggapan bahwa sains merupakan sesuatu yang sulit.

Justru, rasa ingin tahu dapat menjadi modal awal untuk membangun kebiasaan berpikir ilmiah sejak anak masih berada di usia dini.

Alam Bisa Menjadi Laboratorium Anak

Salah satu gagasan yang ditekankan Kemendikdasmen adalah menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar.

Anak dapat diajak mengamati rumput, padi, katak, belalang, semut, kupu-kupu atau berbagai objek lain yang ada di lingkungan sekitar.

Dari pengamatan sederhana tersebut, guru dapat mengembangkan berbagai pertanyaan dan aktivitas pembelajaran.

Anak tidak hanya melihat objek, tetapi juga diajak bertanya mengapa sesuatu terjadi, bagaimana prosesnya, apa yang dapat dilakukan, serta bagaimana menghasilkan sebuah karya dari hasil pengamatan.

Dengan demikian, alam dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya besar.

Pendekatan 5M Jadi Formula STEM

Kemendikdasmen menggunakan pendekatan 5M untuk mendorong STEM menjadi lebih sederhana dan relevan.

1. Mudah

Pembelajaran STEM dirancang agar dapat dilakukan dengan metode dan bahan yang sederhana sehingga guru tidak perlu terbebani dengan perangkat pembelajaran yang rumit.

2. Murah

Guru dapat memanfaatkan benda maupun sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan begitu, keterbatasan biaya tidak menjadi alasan untuk tidak menerapkan STEM.

3. Menggembirakan

Kegiatan pembelajaran perlu menciptakan suasana yang membuat anak senang bereksplorasi, mencoba dan menemukan sesuatu.

4. Mindful

Anak diarahkan untuk menyadari proses belajar yang sedang dilakukan, memperhatikan lingkungan dan memahami pengalaman yang mereka dapatkan.

5. Meaningful

Pembelajaran harus memiliki makna dan berkaitan dengan kehidupan nyata anak sehingga konsep yang dipelajari tidak berhenti sebagai teori.

Kelima prinsip tersebut menjadi fondasi agar STEM dapat diterapkan dalam berbagai kondisi sekolah.

Anak Didorong Berani Mencipta

Selain mengamati dan bertanya, anak juga perlu mendapatkan ruang untuk menciptakan sesuatu.

Abdul Mu’ti menilai pengalaman langsung menjadi bagian penting untuk memancing rasa ingin tahu anak.

Karena itu, guru didorong memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bereksplorasi, mencoba berbagai kemungkinan dan menghasilkan karya.

Kesalahan dalam proses mencoba juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Anak belajar memahami bahwa menemukan solusi membutuhkan proses, bukan selalu menghasilkan jawaban yang benar pada percobaan pertama.

Guru Menjadi Penggerak Utama

Dalam penerapan STEM, guru memiliki posisi penting sebagai penggerak pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan selama ini STEM masih kerap dianggap sebagai bidang yang mahal dan sulit diterapkan.

Karena itu, Kemendikdasmen merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dengan prinsip 5M.

Guru diharapkan mampu menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata yang ada di sekitar peserta didik.

Dengan demikian, STEM tidak hanya dipahami sebagai gabungan mata pelajaran, tetapi juga sebagai cara berpikir dalam menghadapi persoalan.

STEM Mengajarkan Anak Memecahkan Masalah

Melalui pendekatan STEM, peserta didik diarahkan untuk membangun kebiasaan berpikir secara sistematis.

Prosesnya dapat dimulai dengan mengamati persoalan, bertanya, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu.

Pola tersebut membantu anak memahami bahwa pengetahuan yang mereka pelajari memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, benda sederhana seperti kardus dapat digunakan untuk membuat bangun ruang. Kegiatan tersebut sekaligus dapat menggabungkan unsur kreativitas, matematika, pengukuran dan keterampilan membuat karya.

Bermain Bisa Menjadi Bagian dari STEM

Pengalaman guru PAUD dalam penerapan pembelajaran STEM menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dapat memiliki unsur STEM.

Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengaku baru menyadari bahwa sejumlah aktivitas pembelajaran yang selama ini dilakukan ternyata sudah berkaitan dengan STEM.

Ia mencontohkan kegiatan membuat bangun ruang menggunakan kardus serta belajar numerasi sambil bernyanyi.

Menurutnya, anak-anak terlihat lebih bersemangat ketika pembelajaran dilakukan dalam suasana bermain.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan STEM tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar.

Guru dapat memulainya dari kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan karakter peserta didik.

Guru Juga Belajar dari Respons Anak

Penerapan STEM juga membuka ruang interaksi yang lebih besar antara guru dan peserta didik.

Syafa’atun Ni’mah, guru RA Miftahul Huda 1 Dawe, mengungkapkan bahwa respons anak dalam pembelajaran STEM sering kali memberikan pengalaman baru bagi dirinya sebagai guru.

Anak dapat memberikan reaksi atau umpan balik yang tidak selalu diperkirakan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi dua arah. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga dapat belajar dari rasa ingin tahu dan respons peserta didik.

Pembelajaran Harus Relevan dengan Dunia Anak

Kemendikdasmen ingin STEM hadir sebagai bagian dari keseharian murid.

Konsep pembelajaran tidak perlu dipisahkan dari kehidupan nyata. Sebaliknya, pengalaman yang dialami anak dapat menjadi bahan untuk memahami berbagai konsep akademik.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didik dapat melihat hubungan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan dunia di sekelilingnya.

Inilah yang membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.

STEM dan Pembelajaran Mendalam

Program STEM juga dikaitkan dengan penerapan Pembelajaran Mendalam.

Guru diharapkan tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif dan memberikan dampak bagi peserta didik.

Pendekatan tersebut juga mendorong praktik saintifik, enjinering, komunikasi ilmiah dan kolaborasi.

Dengan demikian, pembelajaran STEM diarahkan untuk mengembangkan kemampuan anak secara lebih utuh, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah dan bekerja sama.

Kesimpulan

Kemendikdasmen mendorong pembelajaran STEM lebih dekat dengan kehidupan anak melalui pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

STEM tidak harus dilakukan dengan laboratorium mahal atau teknologi canggih. Lingkungan sekitar justru dapat menjadi sumber belajar yang kaya.

Anak dapat mengenal sains melalui hal sederhana seperti mengamati katak, belalang, semut, tanaman, atau berbagai fenomena yang mereka temui sehari-hari.

Pendekatan ini juga didorong sejak jenjang PAUD agar rasa ingin tahu anak dapat berkembang menjadi kebiasaan berpikir ilmiah.

Guru menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman tersebut. Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati, bertanya, mencoba, mengevaluasi, berkolaborasi dan mencipta, pembelajaran STEM diharapkan menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.

Pada akhirnya, formula 5M yang didorong Kemendikdasmen ingin menunjukkan bahwa belajar STEM tidak harus mahal dan rumit. Yang paling penting adalah kemauan untuk mencoba, kreativitas guru, serta kemampuan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata anak.

Tags: 5Mabdul mutiberpikir kritisenjineringguruInovasi Pembelajaranjawa tengahKemendikdasmenkompetensi guruKreativitas Anakkuduslingkungan sebagai sumber belajarmatematikaMudah Murah Menggembirakan Mindful Meaningfulnunuk suryanipaudpembelajaran kreatifpembelajaran mendalampembelajaran sainspembelajaran STEMpendidikan 2026pendidikan anak usia dinipendidikan indonesiasains untuk anakSTEMstem indonesiateknologi pendidikan
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

Cara Cek Status Penerimaan KJP Terbaru

6 January 2021
Panduan Aplikasi SIDANIRA

Panduan Aplikasi SIDANIRA

10 April 2020
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

3 July 2022

CT ARSA dan Islamic Relief Ajak 30 Anak Yatim Belajar dan Belanja di Transmart

0
Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

Contoh Proposal Kegiatan Sekolah

0
5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

5 Jurusan Kuliah dengan Gaji Tertinggi

0

CT ARSA dan Islamic Relief Ajak 30 Anak Yatim Belajar dan Belanja di Transmart

22 October 2026

OMKI 2026 di IPB University, Mahasiswa Kehutanan se-Indonesia Adu Prestasi Olahraga dan Karya Ilmiah

22 October 2026

Rajin Upload Konten tapi Susah FYP? Ini Tips Upgrade Skill Editing CapCut

22 October 2026
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In