idsch.id
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Saturday, 5 September 2026
  • Beranda
  • Berita

    SUPER NOVA, Kapsul Daun Sirsak Karya Mahasiswa FK UB Raih Emas di Jepang

    UIN RIL Resmi Buka Prodi Kedokteran, Pendaftaran Mahasiswa Baru Segera Dibuka

    Pre-University UI 2026: Program Kuliah Online untuk Siswa SMA dan Gap Year

    Ilmuwan Temukan Bintang Tercepat di Bima Sakti, Melaju 25.000 Km per Detik

    KAI Buka Loker 2026 untuk Lulusan SMA, D3 dan S1, Cek Formasinya

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

    Open Recruitment Tenaga Pendidik/Guru Yayasan Dharma Wanita Kota Surabaya

    Nasib Guru Honorer 2027 Mulai Terang, Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengangkatan ASN

    Pendaftaran Diklat Daring Calakan Batch 5 Dibuka, Catat Jadwal dan Cara Daftarnya

    Pendaftaran Diklat Daring Calakan Batch 5 Dibuka, Catat Jadwal dan Cara Daftarnya

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

No Result
View All Result
Advertisement
  • Beranda
  • Berita

    SUPER NOVA, Kapsul Daun Sirsak Karya Mahasiswa FK UB Raih Emas di Jepang

    UIN RIL Resmi Buka Prodi Kedokteran, Pendaftaran Mahasiswa Baru Segera Dibuka

    Pre-University UI 2026: Program Kuliah Online untuk Siswa SMA dan Gap Year

    Ilmuwan Temukan Bintang Tercepat di Bima Sakti, Melaju 25.000 Km per Detik

    KAI Buka Loker 2026 untuk Lulusan SMA, D3 dan S1, Cek Formasinya

  • Siswa
    • All
    • Bank Soal
    • Beasiswa
    • BSE Siswa
    • KIP Kuliah
    • Rumah Belajar

    Tim UNAIR Raih Best Team di Genera Z Berbakti 2026

    Penerima KIP Kuliah Unair Berhasil Lulus dan Langsung Raih Beasiswa S2

    Beasiswa Santri BAZNAS 2026 Buka 2.500 Kuota, Dapat Dana Rp4 Juta

    KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Khusus Jalur Mandiri PTN dan PTS

  • Orang Tua
    • All
    • Info Lomba
    • KJMU
    • KJP Plus
    • Parenting

    Hati-Hati! Kompetisi Tidak Selalu Baik untuk Anak Usia Dini

    6 Manfaat Anak Ikut Lomba dan Tips agar Tetap Percaya Diri

    7 Prinsip Parenting untuk Membentuk Karakter Positif pada Anak

    Mendukung Anak Neurodivergent: Peran Orangtua dan Sekolah

  • Guru
    • All
    • Administrasi
    • Bahan Ajar
    • BSE Guru
    • CPNS
    • Diklat
    • Lowongan
    • Pelatihan
    • Sertifikasi

    50 Guru SMK Dikirim ke Jerman, LPDP Beri Biaya Hidup hingga Rp80 Juta

    Open Recruitment Tenaga Pendidik/Guru Yayasan Dharma Wanita Kota Surabaya

    Nasib Guru Honorer 2027 Mulai Terang, Pemerintah Siapkan 2 Opsi Pengangkatan ASN

    Pendaftaran Diklat Daring Calakan Batch 5 Dibuka, Catat Jadwal dan Cara Daftarnya

    Pendaftaran Diklat Daring Calakan Batch 5 Dibuka, Catat Jadwal dan Cara Daftarnya

  • Sekolah
    • All
    • Akreditasi
    • Dana BOS
    • Dapodik
    • Direktori
    • Info Terkini
    • PPDB
    • Ujian Nasional

    Dinas Pendidikan DKI Dorong Sekolah Terapkan Pilah, Angkut, dan Olah Sampah

    Gempa M7,7 NTT Berdampak pada 400 Sekolah, DPR Dorong Sekolah Darurat Segera Disiapkan

    Pemprov DKI Lanjutkan LPDP Jakarta, 50-75 Anak Dibiayai Kuliah ke Luar Negeri

    Disdik Lebak Gelar Coaching Clinic Dapodik 2026, Fokus Bersihkan Data Siswa dan Sarpras

  • Dikti
    • All
    • Ebook
    • Panduan
    • Pengumuman
    • SNMPTN

    5 Tahap TKA SMA/SMK 2026, Simulasi hingga Ujian Susulan

    PNBP Sekolah Kedinasan 2026 Bisa Rp0 untuk Peserta Kurang Mampu, Ini Syaratnya

    Masuk IPDN 2026? Ini Ketentuan Ikatan Dinas dan Jadwal Seleksinya

  • Tutorial
    • All
    • Media Belajar
    • Tips-trik

    Dongeng Jadi Metode Belajar Efektif untuk Anak Usia Dini, Tanamkan Empati dan Kebiasaan Hidup Sehat

    Viral! Kumpulan Soal OSN 2026 Lengkap, Gratis Download untuk Persiapan Olimpiade

    Cara Cek Daycare Aman dari Respons Anak

    Kenapa Sudah Hafal Vocabulary Tapi Masih Lupa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Artikel
    • All
    • Cerita Rakyat
    • Inspiratif
    • Tahukah Kamu
    • Tekno
    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Dari Medali OSN hingga Emas IOAI, Kisah Luvidi Pranawa dan Pembinaan Talenta Kemendikdasmen

    Kisah Retno Marsudi, Pendidikan Jadi Jalan hingga Berkarier sebagai Diplomat

    Inspiratif! Anak Petani dari Flores Sukses Jadi Penulis Buku

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

    Kulit Semangka Ternyata Bisa Dimakan, Tapi Ada Syaratnya Menurut UGM

No Result
View All Result
idsch.id
No Result
View All Result
Home Berita

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM Lebih Dekat dengan Kehidupan Anak, Tak Harus Pakai Laboratorium Mahal

5 September 2026
in Berita
7 min read
238
0
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM Lebih Dekat dengan Kehidupan Anak, Tak Harus Pakai Laboratorium Mahal
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Melalui pendekatan yang sederhana, STEM diharapkan tidak lagi dipandang sebagai pembelajaran yang hanya bisa dilakukan dengan laboratorium lengkap, perangkat teknologi mahal, atau peralatan khusus.

Justru, berbagai hal yang ditemui anak setiap hari dapat menjadi sumber belajar. Katak di sawah, belalang di rerumputan, semut yang berjalan beriringan hingga kupu-kupu yang beterbangan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan konsep sains kepada anak.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

STEM Tak Harus Mahal dan Rumit

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menerapkan pembelajaran sains.

Menurutnya, sains seharusnya dapat dipelajari oleh siapa saja dan tidak harus menggunakan fasilitas laboratorium yang mahal.

Anak dapat belajar melalui berbagai hal yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, proses belajar sains menjadi lebih dekat dengan pengalaman anak dan tidak terasa sebagai sesuatu yang sulit atau jauh dari kehidupan mereka.

Perubahan cara pandang ini menjadi penting karena selama ini STEM kerap diasosiasikan dengan teknologi canggih dan biaya tinggi.

Padahal, inti pembelajaran STEM adalah bagaimana peserta didik belajar mengamati persoalan, mengajukan pertanyaan, mencoba menemukan solusi, mengevaluasi hasil, dan menciptakan sesuatu yang bermakna.

Mengenalkan Sains Sejak Usia Dini

Kemendikdasmen mendorong pendekatan STEM diperkenalkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

Abdul Mu’ti mengaitkan pengenalan sains sejak usia dini dengan gagasan wajib belajar 13 tahun.

Menurutnya, anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka secara spontan dapat mengajukan berbagai pertanyaan tentang sesuatu yang dilihat atau ditemukan di sekitarnya.

Rasa ingin tahu tersebut perlu dipelihara dan tidak dibatasi dengan anggapan bahwa sains merupakan sesuatu yang sulit.

Justru, rasa ingin tahu dapat menjadi modal awal untuk membangun kebiasaan berpikir ilmiah sejak anak masih berada di usia dini.

Alam Bisa Menjadi Laboratorium Anak

Salah satu gagasan yang ditekankan Kemendikdasmen adalah menjadikan lingkungan sebagai ruang belajar.

Anak dapat diajak mengamati rumput, padi, katak, belalang, semut, kupu-kupu atau berbagai objek lain yang ada di lingkungan sekitar.

Dari pengamatan sederhana tersebut, guru dapat mengembangkan berbagai pertanyaan dan aktivitas pembelajaran.

Anak tidak hanya melihat objek, tetapi juga diajak bertanya mengapa sesuatu terjadi, bagaimana prosesnya, apa yang dapat dilakukan, serta bagaimana menghasilkan sebuah karya dari hasil pengamatan.

Dengan demikian, alam dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang mudah diakses dan tidak membutuhkan biaya besar.

Pendekatan 5M Jadi Formula STEM

Kemendikdasmen menggunakan pendekatan 5M untuk mendorong STEM menjadi lebih sederhana dan relevan.

1. Mudah

Pembelajaran STEM dirancang agar dapat dilakukan dengan metode dan bahan yang sederhana sehingga guru tidak perlu terbebani dengan perangkat pembelajaran yang rumit.

2. Murah

Guru dapat memanfaatkan benda maupun sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan begitu, keterbatasan biaya tidak menjadi alasan untuk tidak menerapkan STEM.

3. Menggembirakan

Kegiatan pembelajaran perlu menciptakan suasana yang membuat anak senang bereksplorasi, mencoba dan menemukan sesuatu.

4. Mindful

Anak diarahkan untuk menyadari proses belajar yang sedang dilakukan, memperhatikan lingkungan dan memahami pengalaman yang mereka dapatkan.

5. Meaningful

Pembelajaran harus memiliki makna dan berkaitan dengan kehidupan nyata anak sehingga konsep yang dipelajari tidak berhenti sebagai teori.

Kelima prinsip tersebut menjadi fondasi agar STEM dapat diterapkan dalam berbagai kondisi sekolah.

Anak Didorong Berani Mencipta

Selain mengamati dan bertanya, anak juga perlu mendapatkan ruang untuk menciptakan sesuatu.

Abdul Mu’ti menilai pengalaman langsung menjadi bagian penting untuk memancing rasa ingin tahu anak.

Karena itu, guru didorong memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bereksplorasi, mencoba berbagai kemungkinan dan menghasilkan karya.

Kesalahan dalam proses mencoba juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran. Anak belajar memahami bahwa menemukan solusi membutuhkan proses, bukan selalu menghasilkan jawaban yang benar pada percobaan pertama.

Guru Menjadi Penggerak Utama

Dalam penerapan STEM, guru memiliki posisi penting sebagai penggerak pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan selama ini STEM masih kerap dianggap sebagai bidang yang mahal dan sulit diterapkan.

Karena itu, Kemendikdasmen merancang Program STEM secara menyeluruh, termasuk penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dengan prinsip 5M.

Guru diharapkan mampu menghubungkan konsep lintas disiplin dengan konteks nyata yang ada di sekitar peserta didik.

Dengan demikian, STEM tidak hanya dipahami sebagai gabungan mata pelajaran, tetapi juga sebagai cara berpikir dalam menghadapi persoalan.

STEM Mengajarkan Anak Memecahkan Masalah

Melalui pendekatan STEM, peserta didik diarahkan untuk membangun kebiasaan berpikir secara sistematis.

Prosesnya dapat dimulai dengan mengamati persoalan, bertanya, mencari solusi, mencoba, mengevaluasi, dan menciptakan sesuatu.

Pola tersebut membantu anak memahami bahwa pengetahuan yang mereka pelajari memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, benda sederhana seperti kardus dapat digunakan untuk membuat bangun ruang. Kegiatan tersebut sekaligus dapat menggabungkan unsur kreativitas, matematika, pengukuran dan keterampilan membuat karya.

Bermain Bisa Menjadi Bagian dari STEM

Pengalaman guru PAUD dalam penerapan pembelajaran STEM menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dapat memiliki unsur STEM.

Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengaku baru menyadari bahwa sejumlah aktivitas pembelajaran yang selama ini dilakukan ternyata sudah berkaitan dengan STEM.

Ia mencontohkan kegiatan membuat bangun ruang menggunakan kardus serta belajar numerasi sambil bernyanyi.

Menurutnya, anak-anak terlihat lebih bersemangat ketika pembelajaran dilakukan dalam suasana bermain.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan STEM tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar.

Guru dapat memulainya dari kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan karakter peserta didik.

Guru Juga Belajar dari Respons Anak

Penerapan STEM juga membuka ruang interaksi yang lebih besar antara guru dan peserta didik.

Syafa’atun Ni’mah, guru RA Miftahul Huda 1 Dawe, mengungkapkan bahwa respons anak dalam pembelajaran STEM sering kali memberikan pengalaman baru bagi dirinya sebagai guru.

Anak dapat memberikan reaksi atau umpan balik yang tidak selalu diperkirakan sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi dua arah. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga dapat belajar dari rasa ingin tahu dan respons peserta didik.

Pembelajaran Harus Relevan dengan Dunia Anak

Kemendikdasmen ingin STEM hadir sebagai bagian dari keseharian murid.

Konsep pembelajaran tidak perlu dipisahkan dari kehidupan nyata. Sebaliknya, pengalaman yang dialami anak dapat menjadi bahan untuk memahami berbagai konsep akademik.

Dengan pendekatan tersebut, peserta didik dapat melihat hubungan antara apa yang dipelajari di sekolah dengan dunia di sekelilingnya.

Inilah yang membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.

STEM dan Pembelajaran Mendalam

Program STEM juga dikaitkan dengan penerapan Pembelajaran Mendalam.

Guru diharapkan tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif dan memberikan dampak bagi peserta didik.

Pendekatan tersebut juga mendorong praktik saintifik, enjinering, komunikasi ilmiah dan kolaborasi.

Dengan demikian, pembelajaran STEM diarahkan untuk mengembangkan kemampuan anak secara lebih utuh, termasuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah dan bekerja sama.

Kesimpulan

Kemendikdasmen mendorong pembelajaran STEM lebih dekat dengan kehidupan anak melalui pendekatan 5M: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.

STEM tidak harus dilakukan dengan laboratorium mahal atau teknologi canggih. Lingkungan sekitar justru dapat menjadi sumber belajar yang kaya.

Anak dapat mengenal sains melalui hal sederhana seperti mengamati katak, belalang, semut, tanaman, atau berbagai fenomena yang mereka temui sehari-hari.

Pendekatan ini juga didorong sejak jenjang PAUD agar rasa ingin tahu anak dapat berkembang menjadi kebiasaan berpikir ilmiah.

Guru menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman tersebut. Dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengamati, bertanya, mencoba, mengevaluasi, berkolaborasi dan mencipta, pembelajaran STEM diharapkan menjadi lebih menyenangkan sekaligus bermakna.

Pada akhirnya, formula 5M yang didorong Kemendikdasmen ingin menunjukkan bahwa belajar STEM tidak harus mahal dan rumit. Yang paling penting adalah kemauan untuk mencoba, kreativitas guru, serta kemampuan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata anak.

Tags: 5Mabdul mutiberpikir kritisenjineringguruInovasi Pembelajaranjawa tengahKemendikdasmenkompetensi guruKreativitas Anakkuduslingkungan sebagai sumber belajarmatematikaMudah Murah Menggembirakan Mindful Meaningfulnunuk suryanipaudpembelajaran kreatifpembelajaran mendalampembelajaran sainspembelajaran STEMpendidikan 2026pendidikan anak usia dinipendidikan indonesiasains untuk anakSTEMstem indonesiateknologi pendidikan
idsch.id

Copyright © 2020 idsch.id.

Navigasi Situs

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Siswa
    • Rumah Belajar
    • Ujian Nasional
    • Bank Soal
    • Beasiswa
  • Sekolah
    • Dana BOS
    • PPDB
    • Dapodik
    • Direktori
  • Orang Tua
    • Parenting
    • Info Lomba
  • Guru
    • Administrasi
    • Sertifikasi
    • Bahan Ajar
    • Lowongan

Copyright © 2020 idsch.id.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In