Mensos Saifullah Yusuf menegaskan, lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh dibiarkan menganggur—mereka harus disiapkan jadi agen perubahan bagi keluarganya dan lingkungan sekitar. Setelah lulus, siswa diarahkan ke dua jalur: yang ingin kuliah akan difasilitasi masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta yang sudah bekerja sama, sementara yang memilih langsung bekerja akan mendapat pelatihan keterampilan dari Kemenaker dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran.
Pemerintah juga tengah mempercepat pembangunan 93 gedung permanen Sekolah Rakyat karena 166 sekolah yang sudah berjalan masih banyak memakai gedung sementara, sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan yang diatur dalam Perpres 120 Tahun 2025.









