Pemerintah terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui kerja sama lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang menempatkan perlindungan serta kesejahteraan peserta didik sebagai prioritas utama dalam proses pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan seluruh ekosistem pendidikan dalam menghadirkan rasa aman bagi setiap anak selama belajar di sekolah.
Menurutnya, perubahan pola pendekatan dalam dunia pendidikan perlu dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai humanis dan ramah anak. Karena itu, keterlibatan guru, orang tua, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Sebagai bentuk implementasi nyata, Kemendikdasmen bersama berbagai mitra menghadirkan program kolaboratif KREASI yang bertujuan memperkuat literasi, numerasi, pendidikan karakter, sekaligus perlindungan anak di lingkungan sekolah. Program tersebut akan menjangkau ratusan satuan pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia.
Selain Kemendikdasmen, penguatan budaya sekolah aman dan nyaman juga mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang mampu menjamin keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak secara optimal.
Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman juga menjadi bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, intoleransi, maupun berbagai bentuk perilaku yang dapat mengganggu perkembangan peserta didik.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah optimistis budaya sekolah yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak dapat terwujud secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.









