JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, pada Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan hari-hari pertama sekolah berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh murid.
MPLS Ramah menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun praktik perpeloncoan, sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah.
Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti mengikuti rangkaian kegiatan Pagi Ceria bersama para murid yang diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta doa bersama. Ia juga menyempatkan berdialog dengan murid-murid kelas I yang baru memulai perjalanan pendidikan di sekolah dasar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar, Mendikdasmen turut menyerahkan buku kepada para peserta didik.
Menurut Abdul Mu’ti, suasana ceria yang terlihat pada pelaksanaan MPLS merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, kepolisian, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), orang tua, hingga masyarakat sekitar.
“Semangat kebersamaan inilah yang memastikan pelaksanaan MPLS Ramah dapat berjalan dengan baik sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman saat memulai tahun ajaran baru,” ujarnya.
Tanamkan Kebiasaan Positif Sejak Hari Pertama
Mendikdasmen menjelaskan bahwa MPLS Ramah tidak hanya bertujuan membantu murid mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Ia berharap peserta didik dapat membangun kebiasaan hidup sehat, menjalin pergaulan yang positif, serta menggunakan teknologi digital secara bijaksana sejak dini.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter, disiplin, dan rasa aman yang dirasakan setiap anak selama berada di sekolah.
Orang Tua Berperan Penting
Abdul Mu’ti juga mengapresiasi para orang tua yang mendampingi putra-putrinya pada masa awal masuk sekolah. Ia menilai dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Untuk memperkuat pendampingan, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam memberikan layanan pendampingan psikologis serta edukasi kepada orang tua.
Program tersebut bertujuan membantu keluarga menciptakan suasana yang kondusif di rumah sekaligus mendukung proses adaptasi anak selama mengikuti kegiatan di sekolah.
Mendikdasmen juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga privasi peserta didik dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memberikan tekanan psikologis kepada anak.
Sekolah Siapkan Adaptasi Bertahap
Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Kamtono, mengatakan sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan MPLS Ramah jauh sebelum dimulainya tahun ajaran baru.
Menurutnya, berbagai kegiatan dirancang untuk membantu murid baru menyesuaikan diri secara bertahap, terutama bagi anak-anak yang baru beralih dari jenjang taman kanak-kanak ke sekolah dasar.
Ia menegaskan bahwa komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pendampingan, terutama bagi peserta didik yang memerlukan perhatian khusus selama masa adaptasi.
“Keberhasilan menciptakan sekolah yang aman tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri. Orang tua memiliki peran penting di rumah, sedangkan sekolah bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Kolaborasi keduanya menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak,” ujarnya.
Komitmen Hadirkan Sekolah Ramah Anak
Pada kesempatan yang sama, jajaran Polri bersama HIMPSI memberikan pendampingan psikologis kepada murid, guru, dan orang tua untuk memperkuat rasa aman di lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, organisasi profesi, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan di lingkungan yang aman, inklusif, serta ramah anak.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, pemerintah berharap seluruh peserta didik dapat memulai perjalanan pendidikan dengan penuh semangat, percaya diri, dan merasa diterima sebagai bagian dari komunitas sekolah.










