Ada Kecurangan di OSN 2026, Peserta Bawa HP dan Gunakan AI Saat Tes
Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang pendidikan menengah diwarnai temuan kecurangan. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengungkap adanya peserta yang mengakses Google saat mengerjakan soal hingga peserta lain yang membawa telepon seluler dan memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI).
Temuan tersebut muncul setelah Puspresnas bersama Dewan Juri Nasional melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tes OSN pada 16 dan 17 September 2026. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan bukti dan informasi yang diperoleh selama kompetisi berlangsung.
Kecurangan Ditemukan di Sejumlah Bidang
Puspresnas menyebut indikasi kecurangan ditemukan pada beberapa cabang OSN, yaitu ekonomi, astronomi, matematika, dan kebumian.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan proses pemeriksaan dilakukan secara independen dengan mengamankan bukti, meminta klarifikasi pihak terkait, serta menelaah proses dan hasil tes. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keputusan yang diambil berdasarkan bukti dan aturan yang berlaku.
Peserta Ketahuan Akses Google Saat Mengerjakan Soal
Pada cabang ekonomi, juri menemukan seorang peserta yang mengakses Google ketika tes berlangsung. Akses tersebut digunakan untuk mencari petunjuk atau informasi yang berkaitan dengan soal.
Pihak pengawas kemudian melakukan pengendalian terhadap sistem jaringan yang digunakan dalam tes. Setelah dilakukan klarifikasi, peserta tersebut mengakui tindakan yang dilakukan.
Sistem pengawasan digital menjadi salah satu cara yang digunakan panitia untuk mendeteksi aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan selama ujian.
Bawa HP dan Gunakan AI di Tes Matematika
Temuan lain terjadi pada cabang matematika. Puspresnas menyebut satu peserta membawa dan menggunakan telepon seluler selama pelaksanaan tes.
Tidak hanya menggunakan ponsel, peserta tersebut juga diketahui memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses mengerjakan soal. Tindakan tersebut dinyatakan melanggar ketentuan pelaksanaan tes OSN.
Penggunaan perangkat komunikasi dan perangkat lain yang dilarang termasuk kategori pelanggaran berat dalam ketentuan OSN. Peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi, termasuk diskualifikasi.
Proses Pemeriksaan Masih Mengedepankan Bukti
Puspresnas menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran tidak langsung diputuskan tanpa pemeriksaan. Bukti yang ditemukan terlebih dahulu diamankan dan ditelaah, kemudian pihak-pihak terkait diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi.
Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Sanksi bagi satuan pendidikan maupun pihak lain yang diduga terlibat juga akan dikaji lebih lanjut bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.
OSN Tidak Hanya Mengejar Medali
Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan OSN tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Integritas dalam proses kompetisi menjadi bagian penting dari prestasi yang dihasilkan.
OSN 2026 diposisikan sebagai bagian dari ekosistem pengembangan talenta murid yang menggabungkan kompetensi, karakter, integritas, dan pembinaan prestasi secara berkelanjutan. Karena itu, prestasi yang diperoleh diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
Temuan kecurangan ini sekaligus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kompetisi akademik tingkat nasional. Pengawasan dan tata kelola OSN akan terus diperkuat agar proses seleksi talenta berlangsung secara jujur dan sesuai aturan.








