JAKARTA – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama ini masih sering dipandang sebatas tempat bermain atau persiapan belajar membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebelum memasuki sekolah dasar. Padahal, peran PAUD jauh lebih penting karena menjadi fondasi pembentukan karakter sekaligus perlindungan anak sejak usia dini.
Direktur SEAMEO Centre for Early Childhood Care, Education and Parenting (CECCEP), Vina Adriany, menegaskan bahwa PAUD merupakan garda terdepan dalam membangun kemampuan anak mengenali diri sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Hal tersebut disampaikan dalam Sonata Talkshow, yang membahas pentingnya pendidikan usia dini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak.
Menurut Vina, kebijakan pemerintah mengenai wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah, bukan sekadar penambahan jenjang pendidikan. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap anak memperoleh bekal kehidupan sejak usia dini.
Ajarkan Anak Mengenali Batasan Tubuh
Di lingkungan PAUD, anak tidak hanya dikenalkan pada kemampuan akademik dasar, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan berbagai keterampilan hidup (life skills).
Melalui pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan, anak diajak mengenali identitas dirinya, memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi, serta mengetahui perbedaan antara sentuhan yang aman dan sentuhan yang tidak pantas.
Pengetahuan tersebut dinilai menjadi bekal penting agar anak memiliki keberanian melindungi diri serta mampu menyampaikan kepada orang dewasa apabila mengalami situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
PAUD Harus Menjadi Ruang Aman
Di sisi lain, kualitas lingkungan belajar di PAUD juga menjadi perhatian. Berdasarkan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2025, masih ditemukan sekitar 7 persen pendidik PAUD yang menerapkan hukuman fisik dalam proses pembelajaran.
Temuan tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam mewujudkan sekolah sebagai ruang yang benar-benar aman bagi anak.
Karena itu, para pendidik diharapkan semakin mengedepankan pendekatan yang ramah anak dengan mengutamakan pembinaan karakter, komunikasi positif, serta kesejahteraan psikologis peserta didik dibandingkan penggunaan hukuman fisik.
Tanggung Jawab Bersama
Perlindungan anak dari kekerasan seksual tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah ataupun pemerintah. Orang tua, keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Melalui pendidikan prasekolah yang berkualitas, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengenali hak atas tubuhnya sendiri, serta memiliki keberanian untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.
Penguatan kualitas PAUD juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan terlindungi sejak usia dini.
Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, PAUD diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menciptakan masa depan anak yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas.










