Kabar baik bagi lulusan SMA/SMK dan masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dengan target hingga 70.000 peserta yang akan mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), serta UPTD di berbagai daerah di Indonesia.
Program ini diselenggarakan secara gratis dan dirancang menggunakan konsep link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Peserta akan dibekali berbagai keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja sehingga memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan maupun memulai usaha sendiri.
Selain memperoleh pelatihan tanpa dipungut biaya, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas, seperti makan siang, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, serta bantuan transportasi atau uang saku sebesar Rp20.000 per hari selama mengikuti pelatihan. Di akhir program, peserta akan menerima sertifikat pelatihan dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti kompetensi yang dapat memperkuat CV saat melamar pekerjaan.
Program Pelatihan Vokasi Nasional diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun pada platform SIAPkerja. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform SkillHub yang terintegrasi dengan SIAPkerja sesuai jadwal setiap gelombang pelatihan.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. Melalui pelatihan berbasis industri, peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja nasional.
Pemerintah mengimbau masyarakat yang berminat agar segera membuat akun SIAPkerja, melengkapi persyaratan administrasi, dan mengikuti informasi resmi mengenai jadwal pendaftaran setiap batch. Dengan kuota yang terbatas, calon peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang karier di masa depan.










