Jakarta – Program pendidikan gratis mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi ditargetkan dapat direalisasikan secara bertahap mulai 2028. Berdasarkan perhitungan sementara Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, kebutuhan anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp302 triliun.
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pendidikan gratis jenjang SD, SMP, hingga SMA diperkirakan mencapai sekitar Rp210 triliun. Sementara itu, kebutuhan untuk pendidikan tinggi diproyeksikan sekitar Rp92 triliun. Jika digabungkan, totalnya mencapai hampir Rp302 triliun.
Said menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan perhitungan sementara. Pemerintah bersama DPR masih perlu memetakan kebutuhan secara lebih rinci, termasuk biaya per siswa, jumlah sekolah yang akan masuk dalam program, serta mekanisme pembiayaan pendidikan tinggi.
Pendidikan Gratis Dilaksanakan Bertahap
Pelaksanaan pendidikan gratis tidak direncanakan langsung mencakup seluruh sasaran. Said menyebut penerapan secara bertahap diperlukan agar pemerintah memiliki waktu untuk mempersiapkan anggaran dan tata kelola program.
Dalam skema yang disampaikan Banggar, cakupan program pada 2028 dapat dimulai sekitar 60 hingga 75 persen. Selanjutnya, cakupan tersebut ditargetkan dapat diperluas hingga 100 persen pada 2029, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran negara dan kesiapan pelaksanaan.
Pendekatan bertahap juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program sebelum memperluasnya ke seluruh sasaran pendidikan.
Siapkan Pilot Project Rp5 Triliun
Sebagai langkah awal, Banggar DPR telah mengalokasikan sekitar Rp5 triliun untuk program percontohan atau pilot project pendidikan gratis. Tahap awal tersebut diarahkan terutama untuk jenjang SD dan SMP.
Berdasarkan rekomendasi Banggar, program percontohan akan diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pelaksanaan pilot project diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan riil sebelum program diperluas.
Dengan demikian, anggaran Rp5 triliun tersebut bukan keseluruhan kebutuhan program pendidikan gratis. Nilai tersebut merupakan anggaran awal untuk menguji pelaksanaan program sebelum cakupannya diperbesar.
Anggaran Pendidikan Tinggi Juga Dikaji
Selain pendidikan dasar dan menengah, pemerintah dan DPR juga tengah menghitung kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi. Perkiraan Banggar menempatkan kebutuhan pendidikan gratis di perguruan tinggi sekitar Rp92 triliun.
Pemerintah masih perlu menentukan mekanisme pembiayaan yang akan digunakan untuk pendidikan tinggi. Pembahasan tersebut mencakup jumlah mahasiswa yang menjadi sasaran serta skema bantuan atau pembiayaan yang akan diterapkan.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyusun desain pendidikan secara lebih menyeluruh. Evaluasi terhadap anggaran pendidikan yang tersebar di pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Pemerintah Masih Mematangkan Desain
Program pendidikan gratis ini masih berada dalam tahap perencanaan dan pemetaan kebutuhan. Karena cakupannya meliputi pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi, pemerintah perlu menyesuaikan kebutuhan anggaran dengan kemampuan APBN serta kesiapan tata kelola.
Said menyampaikan bahwa pelaksanaan bertahap menjadi salah satu opsi agar program dapat berjalan secara lebih terukur. Pemerintah dan DPR masih perlu menyelesaikan perhitungan serta menentukan cakupan dan mekanisme pelaksanaan sebelum kebijakan diterapkan secara luas.
Dengan target awal mulai 2028, pembahasan mengenai pendidikan gratis akan menjadi bagian dari penyusunan kebijakan dan anggaran pendidikan untuk tahun-tahun mendatang.








