Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng New York University (NYU) sebagai salah satu perguruan tinggi tujuan dalam program beasiswa Jakarta yang akan mulai dijalankan pada 2027. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan pihak NYU.
Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana abadi beasiswa DKI Jakarta. Pramono menyebut program ini pada tahap awal akan memberikan kesempatan kepada sekitar 75 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Penerima beasiswa dapat menempuh studi di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri, termasuk NYU.
Pihak NYU menyambut kerja sama tersebut. Angie Kamath, Dean of New York University Professional Studies, menyebut NYU telah memiliki sekitar 2.000 alumni dari Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk memperdalam kerja sama melalui program beasiswa tersebut.
Beasiswa Jakarta Unggul untuk S2 dan S3
Program yang dikenal sebagai Beasiswa Jakarta Unggul atau LPDP Jakarta tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Pergub Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Program ini ditujukan untuk mendukung pendidikan jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Dalam proses seleksi, Pemprov DKI Jakarta menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kerja sama tersebut mencakup proses pengelolaan dan seleksi calon penerima beasiswa. Pada tahap awal, kuota program diperkirakan sekitar 50–75 penerima.
Untuk program S2, salah satu persyaratan yang ditetapkan adalah memiliki NIK sebagai penduduk DKI Jakarta dan berdomisili di Jakarta serta memiliki IPK minimal 3,00 pada skala 4,00. Sementara untuk program S3, calon penerima harus memiliki IPK minimal 3,25, belum pernah menempuh atau menyelesaikan pendidikan doktoral, serta memiliki profesi atau pengalaman kerja yang sesuai dengan program studi yang akan diambil.
Penerima beasiswa dapat memperoleh pendanaan untuk program S2 paling lama empat semester, sedangkan program S3 paling lama 10 semester. Komponen bantuan mencakup biaya pendidikan serta sejumlah bantuan personal dan penelitian sesuai ketentuan program.
Kerja sama dengan NYU menjadi salah satu langkah dalam pengembangan tujuan pendidikan bagi penerima Beasiswa Jakarta Unggul, sementara program studi yang dapat dipilih akan mengikuti kebutuhan sumber daya manusia dan prioritas pembangunan DKI Jakarta.








