Jakarta – Aktris dan penyanyi Prilly Latuconsina menyoroti persoalan kesejahteraan guru melalui unggahannya di media sosial. Ia mempertanyakan pandangan yang masih menganggap profesi guru semata-mata sebagai bentuk pengabdian sehingga persoalan penghasilan seolah tidak menjadi hal penting.
Prilly menanggapi anggapan bahwa seseorang yang ingin mendapatkan penghasilan sebaiknya tidak memilih profesi guru. Ia menyampaikan pandangannya melalui pernyataan, “Kalau cari uang, nggak usah jadi guru.”
Menurut Prilly, cara pandang tersebut perlu dipertanyakan karena guru memiliki peran penting dalam proses pendidikan dan pembentukan generasi. Dedikasi seorang guru, menurut pesan yang disampaikannya, tidak semestinya menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan mereka terhadap penghasilan yang layak.
Guru Memiliki Peran Penting
Dalam unggahannya, Prilly menekankan posisi guru sebagai salah satu profesi yang berperan dalam mempersiapkan generasi penerus. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendampingi siswa dalam proses belajar dan perkembangan mereka.
Karena itu, penghargaan terhadap guru dinilai tidak cukup hanya diberikan melalui ungkapan atau sebutan sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Menurut Prilly, penghargaan tersebut juga perlu diwujudkan melalui perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik.
Pernyataan tersebut menyoroti adanya dua sisi dalam profesi guru, yakni pengabdian dan pekerjaan. Seseorang dapat memiliki panggilan untuk mengajar sekaligus membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Panggilan Tidak Membayar Tagihan”
Prilly kemudian menyampaikan kalimat yang menjadi sorotan dalam unggahannya.
“Menjadi guru mungkin panggilan, tapi panggilan tidak membayar tagihan.”
Pernyataan tersebut menggambarkan pandangannya bahwa nilai pengabdian dalam profesi guru tidak seharusnya digunakan untuk meniadakan pembahasan mengenai penghasilan dan kesejahteraan.
Pesan tersebut juga mengajak masyarakat melihat profesi pendidik dari sisi yang lebih luas. Dedikasi terhadap pendidikan dan kebutuhan ekonomi seorang guru dapat berjalan bersamaan dan tidak harus dipertentangkan.
Kesejahteraan Guru Jadi Perhatian
Persoalan kesejahteraan guru selama ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai kualitas pendidikan. Kondisi ekonomi pendidik dapat berkaitan dengan keberlangsungan mereka dalam menjalankan profesi, khususnya bagi guru yang belum memperoleh status dan pendapatan yang stabil.
Melalui unggahannya, Prilly mempertanyakan ketimpangan antara tuntutan besar yang diberikan kepada guru dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat terus berharap guru ikut mencerdaskan anak bangsa. Pada saat yang sama, menurut pandangannya, upaya meningkatkan kesejahteraan guru juga perlu menjadi perhatian.
Dorong Perubahan Cara Pandang
Pesan Prilly pada dasarnya mengajak masyarakat untuk melihat profesi guru sebagai pekerjaan yang memiliki nilai pengabdian sekaligus aspek profesional. Menjadi guru karena panggilan tidak berarti seorang pendidik harus mengesampingkan kebutuhan ekonomi.
Perbincangan mengenai kesejahteraan guru juga menunjukkan pentingnya memberikan penghargaan yang konkret terhadap profesi pendidikan. Selain apresiasi secara moral, perhatian terhadap kondisi kerja dan penghasilan menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai kualitas pendidikan.
Pernyataan Prilly pun kembali membuka ruang diskusi mengenai bagaimana masyarakat memandang profesi guru, terutama mengenai keseimbangan antara pengabdian, profesionalisme, dan kesejahteraan.



