Siswa kelas VII SNT 11 Tarakan, Kalimantan Utara, memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran STEM. Mereka diajak mengidentifikasi masalah dalam permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, kemudian merancang inovasi untuk menemukan solusinya. Kemendikdasmen
Beberapa permainan yang dikembangkan antara lain layang-layang, congklak, lompat tali, dan petak umpet. Misalnya, siswa mengusulkan modifikasi gulungan benang layang-layang agar tidak mudah kusut serta menambahkan penyangga pada permainan congklak agar pemain tidak terlalu membungkuk. Kemendikdasmen
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menerapkan STEM untuk berpikir kreatif, mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan berinovasi melalui permainan tradisional.













