Jakarta – Program SMK Go Global tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pemerintah juga membuka kesempatan bagi kelompok lain untuk mengikuti program penyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) terampil yang akan bersaing di pasar kerja internasional.
Program ini menjadi bagian dari target pemerintah menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil untuk pasar global secara bertahap hingga 2029.
300 Ribu dari Lulusan SMK, 200 Ribu Pendaftar Umum
Dari target 500.000 peserta tersebut, pemerintah menetapkan 300.000 peserta berasal dari lulusan SMK.
Sementara 200.000 peserta lainnya berasal dari kelompok pendaftar umum, yang mencakup lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.
Artinya, meskipun menggunakan nama SMK Go Global, program ini memiliki cakupan yang lebih luas. Lulusan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang memenuhi ketentuan juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
Peserta Dibekali Kompetensi dan Bahasa
SMK Go Global dirancang untuk mempersiapkan calon pekerja agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Peserta akan mendapatkan pembekalan berupa kompetensi teknis, kemampuan bahasa, dan sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan negara serta sektor pekerjaan tujuan.
Dengan pembekalan tersebut, pemerintah ingin memastikan peserta tidak sekadar berangkat bekerja ke luar negeri, tetapi memiliki keterampilan yang dibutuhkan dan memahami prosedur kerja secara resmi.
14.523 Orang Sudah Mendaftar di Batch 1
Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi.
Pada pendaftaran Batch 1 yang berlangsung 12–22 Agustus 2026, tercatat 14.523 orang mendaftar. Setelah melalui proses verifikasi administrasi, tes tertulis, dan wawancara, sebanyak 3.340 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan.
Peserta yang lolos tersebut mengikuti pelatihan dalam 167 kelas yang tersebar di 20 wilayah kerja BP3MI.
Target 500 Ribu CPMI hingga 2029
Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia agar mampu bersaing secara global.
Target penyiapan 500.000 CPMI dilakukan secara bertahap:
| Tahun | Target |
|---|---|
| 2026 | 40.000 |
| 2027 | 140.000 |
| 2028 | 180.000 |
| 2029 | 140.000 |
| Total | 500.000 |
Pemerintah melihat peluang tersebut seiring kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara yang menghadapi persoalan penuaan populasi dan kekurangan tenaga kerja.
Bekerja ke Luar Negeri Harus Lewat Jalur Resmi
Program ini juga menekankan aspek perlindungan pekerja migran. Peserta dipersiapkan agar dapat bekerja melalui jalur legal, aman, dan terlindungi.
Pemerintah tetap memprioritaskan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Namun, bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, pemerintah menyediakan pembekalan dan mekanisme penempatan resmi.
Jadi, jangan terkecoh dengan namanya. SMK Go Global bukan hanya untuk lulusan SMK. Lulusan SMA, diploma, hingga sarjana juga masuk dalam kelompok pendaftar umum yang menjadi bagian dari target program.



















