Medan — Aktivitas pembelajaran di SMPN 16 Medan, Sumatra Utara, kembali berjalan setelah sekolah terdampak banjir besar yang melanda wilayah Medan dan sekitarnya. Pemerintah memastikan pemulihan pendidikan terus dilakukan agar guru dan murid dapat kembali menjalankan kegiatan belajar dengan aman dan nyaman.
Banjir yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 memberikan dampak terhadap sejumlah satuan pendidikan. Di SMPN 16 Medan, salah satu fasilitas yang terdampak adalah perpustakaan sekolah, termasuk buku-buku yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan kembali.
Pembelajaran Kembali Pulih
Setelah melewati masa pemulihan, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak bencana mulai kembali berjalan. Kemendikdasmen melakukan kunjungan untuk memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dan kebutuhan sekolah pascabencana mendapat perhatian.
Kehadiran pemerintah juga menjadi bagian dari upaya memastikan sekolah kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi murid. Pemulihan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fasilitas, tetapi juga dengan mengembalikan rasa percaya diri dan semangat belajar setelah mengalami bencana.
Buku Perpustakaan Rusak Akibat Banjir
Banjir memberikan dampak cukup besar terhadap fasilitas pendidikan. Di SMPN 16 Medan, buku-buku perpustakaan rusak dan tidak dapat digunakan kembali. Kondisi tersebut membuat sekolah membutuhkan dukungan untuk mengembalikan fasilitas pembelajaran yang hilang atau rusak akibat banjir.
Kerusakan fasilitas sekolah menjadi salah satu tantangan dalam proses pemulihan. Namun, kegiatan belajar tetap perlu dilanjutkan agar murid tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan.
Murid Mendapat Bantuan Schoolkit
Sebagai bagian dari pemulihan pembelajaran, Kemendikdasmen melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus menyalurkan schoolkit kepada murid terdampak.
Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan sekolah, seperti peralatan sekolah, buku, tas, dan sepatu. Bantuan diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga sekaligus mendukung murid agar dapat kembali bersemangat mengikuti pembelajaran.
Salah satu penerima bantuan adalah Devina Tiara, murid SMPN 16 Medan. Ia kehilangan sejumlah perlengkapan sekolah karena banjir yang mencapai hampir satu meter merusak buku, tas, dan perlengkapan belajarnya.
Pemulihan Pendidikan Tidak Hanya Soal Bangunan
Pemerintah menilai pemulihan pendidikan setelah bencana harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memperbaiki fasilitas sekolah, perhatian juga diberikan terhadap kondisi psikologis murid, guru, dan keluarga yang terdampak.
Kemendikdasmen memberikan dukungan psikososial berupa trauma healing bagi murid dan orang tua atau keluarga terdampak. Pendekatan ini penting karena bencana dapat meninggalkan rasa cemas, kelelahan, maupun kesedihan yang memengaruhi kesiapan anak untuk kembali belajar.
Pembelajaran Bisa Disesuaikan dengan Kondisi
Dalam kondisi pascabencana, sekolah diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan keadaan di lapangan. Kemendikdasmen menegaskan bahwa hak belajar murid tetap harus terpenuhi meskipun pelaksanaannya dapat menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel.
Materi pembelajaran dapat difokuskan pada hal-hal yang esensial, termasuk dukungan psikososial, kesehatan dan keselamatan diri, mitigasi bencana, literasi, serta numerasi.
Metode pembelajaran juga dapat disesuaikan, misalnya melalui pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran mandiri, bergantung pada kesiapan sekolah dan kondisi peserta didik.
Lebih dari Rp13 Miliar untuk Pemulihan Pendidikan
Pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana juga didukung melalui bantuan dalam skala besar. Kemendikdasmen mencatat bantuan yang disalurkan untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai lebih dari Rp13 miliar.
Bantuan tersebut meliputi 109 unit tenda darurat, 7.600 paket schoolkit, 2.000 pasang sepatu, dan 80 paket sekolah darurat. Dukungan psikososial juga menjadi bagian dari bantuan untuk membantu pemulihan kondisi murid dan keluarga.
Sekolah Kembali Menjadi Ruang Aman bagi Murid
Pemulihan SMPN 16 Medan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan setelah bencana. Kembalinya guru dan murid ke aktivitas pembelajaran menjadi langkah penting untuk mengembalikan rutinitas sekaligus membangun kembali rasa aman.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pemulihan pembelajaran akan dilakukan secara fleksibel dan sesuai kondisi murid, lingkungan, serta sekolah, dengan melibatkan berbagai pihak.
Dengan dukungan fasilitas, perlengkapan belajar, dan pendampingan psikososial, sekolah diharapkan kembali menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi murid untuk melanjutkan pendidikan.









