Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai menerapkan mekanisme baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Sebelum memasuki tahap pendaftaran resmi, seluruh calon murid SMA, SMK, dan SLB akan mengikuti tahap pemetaan yang dimulai pada 29 Mei 2026.
Tahap pemetaan ini menjadi inovasi baru dalam pelaksanaan SPMB Jawa Barat. Melalui sistem tersebut, calon murid dapat memperoleh gambaran peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan data yang diinput ke dalam sistem. Selain itu, pemerintah juga dapat memetakan sebaran peminat dan daya tampung sekolah secara lebih akurat.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebutkan bahwa pemetaan dilakukan untuk memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs dapat terdata dengan baik serta memiliki akses melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun MA, baik negeri maupun swasta. Tahun ini terdapat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat yang akan mengikuti proses penerimaan murid baru. Sementara daya tampung SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat mencapai lebih dari 909 ribu kursi.
Berdasarkan jadwal yang telah diumumkan, tahap pemetaan berlangsung pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Pada periode yang sama juga dilakukan verifikasi data dan masa sanggah. Hasil pemetaan dijadwalkan diumumkan pada 12 Juni 2026.
Setelah tahap pemetaan selesai, SPMB Jabar 2026 akan dilanjutkan ke Tahap 1 yang berlangsung pada 15–19 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi Tahap 1 dijadwalkan pada 24 Juni, sedangkan daftar ulang dilakukan pada 26–29 Juni 2026.
Selanjutnya, Tahap 2 akan dibuka pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksi tahap kedua dilakukan pada 10 Juli 2026 dan daftar ulang berlangsung pada 13–14 Juli 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau calon murid dan orang tua untuk aktif memantau informasi resmi SPMB agar tidak tertinggal jadwal maupun perubahan ketentuan selama proses penerimaan berlangsung. Tahap pemetaan juga diharapkan dapat membantu peserta menentukan pilihan sekolah yang lebih realistis sesuai minat, lokasi, dan peluang penerimaan.









