Belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas. Hal tersebut diterapkan oleh SDN Cengkareng Barat 13 melalui kegiatan panen raya dan urban farming yang memberikan pengalaman belajar langsung kepada para siswa.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak melihat sekaligus merasakan secara langsung proses memanen hasil yang selama ini dirawat di lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya memetik hasil kebun, tetapi juga berkesempatan memanen ikan nila.
Belajar dari Lingkungan Sekitar
Kegiatan urban farming menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal lebih dekat proses bercocok tanam dan menghasilkan pangan di lingkungan perkotaan. Pengalaman tersebut membuat pembelajaran terasa lebih nyata karena siswa dapat melihat hasil dari tanaman yang dirawat secara langsung.
Selain berkebun dan memanen ikan, para siswa juga diperkenalkan dengan pentingnya pengelolaan sampah melalui bank sampah. Mereka diajak memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan.
Menanamkan Kebiasaan Peduli Lingkungan
Pembelajaran berbasis lingkungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sekolah. Siswa diharapkan dapat membawa kebiasaan baik tersebut ke rumah dan lingkungan sekitar.
Melalui urban farming dan bank sampah, siswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Mulai dari merawat tanaman, menjaga kebersihan, memilah sampah, hingga memanfaatkan lahan yang tersedia.
Pengalaman belajar seperti ini juga menjadi cara untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar membangun tanggung jawab, kerja sama, dan kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.









