Pangandaran – Pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari alam, lingkungan, dan kehidupan di sekitarnya.
Semangat tersebut menjadi salah satu dasar berdirinya Susi Environmental School (SES) di Pangandaran, Jawa Barat. Sekolah ini resmi diperkenalkan dalam rangkaian Pangandaran Airshow 2026 dan mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq.
Wamendikdasmen Fajar menilai kehadiran SES dapat menjadi warna baru dalam dunia pendidikan di Pangandaran karena mendorong murid untuk mencintai alam sekaligus mengenal bidang kedirgantaraan.
Susi Environmental School Dorong Anak Belajar Dekat dengan Alam
SES dikembangkan dengan pendekatan yang memberikan ruang cukup besar bagi murid untuk belajar di luar ruangan.
Menurut Fajar, pola pembelajaran tersebut penting untuk membangun hubungan anak dengan lingkungan. Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, anak-anak dinilai perlu tetap memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan alam.
Fajar berharap kegiatan yang banyak dilakukan di luar ruang dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata.
Ia juga mengapresiasi pendiri SES, Susi Pudjiastuti, atas kepeduliannya terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Wamendikdasmen Fajar Apresiasi Susi Pudjiastuti
Dalam peresmian SES, Fajar menyampaikan apresiasi kepada Susi Pudjiastuti dan tim yang telah membangun sekolah dengan konsep yang menempatkan alam sebagai bagian penting dari proses pembelajaran.
Menurutnya, kontribusi masyarakat dan pihak swasta seperti SES dapat membantu pemerintah membangun pusat-pusat keunggulan pendidikan di berbagai daerah.
Kehadiran sekolah dengan karakteristik khusus tersebut juga diharapkan dapat memperkaya pilihan pendidikan bagi masyarakat.
Fajar berharap SES tidak hanya memberikan manfaat bagi murid yang belajar di dalamnya, tetapi juga ikut mendorong peningkatan mutu pendidikan di Pangandaran dan Jawa Barat.
Teknologi Berkembang, Anak Tetap Perlu Dekat dengan Alam
Salah satu perhatian yang disampaikan Fajar adalah perkembangan teknologi dan penggunaan smartphone di kalangan anak.
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat bagi pendidikan. Namun, penggunaan perangkat digital yang tidak diimbangi pengalaman langsung juga dapat membuat anak semakin jauh dari lingkungan sekitar.
Karena itu, pendidikan berbasis alam dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Melalui aktivitas di luar ruangan, murid dapat mengamati tumbuhan dan hewan, mengenali lingkungan, memahami fenomena alam, serta belajar bekerja sama dengan teman.
Pembelajaran semacam ini juga dapat membangun rasa ingin tahu yang tidak selalu muncul ketika anak hanya berinteraksi dengan layar.
Belajar dari Hewan dan Lingkungan Sekitar
Salah satu kegiatan yang ditampilkan dalam peresmian SES adalah presentasi murid mengenai hasil pembelajaran tentang alam melalui berbagai jenis hewan.
Murid menunjukkan pemahaman mereka mengenai lingkungan dan makhluk hidup melalui kegiatan tersebut.
Aktivitas ini memperlihatkan bahwa alam dapat menjadi sumber pembelajaran yang luas. Hewan yang ditemukan di sekitar dapat menjadi pintu masuk untuk mempelajari ilmu pengetahuan, lingkungan, ekosistem, hingga pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya mengandalkan buku teks, tetapi juga pengalaman langsung.
Kedirgantaraan Jadi Bagian dari Pembelajaran
Selain lingkungan, bidang kedirgantaraan menjadi salah satu perhatian utama SES.
Pendiri SES, Susi Pudjiastuti, mengatakan Indonesia memiliki wilayah yang luas dan terdiri atas banyak pulau. Menurutnya, bidang kedirgantaraan dapat berperan penting dalam menghubungkan berbagai wilayah tersebut.
Karena itu, anak-anak perlu diperkenalkan dengan dunia penerbangan dan kedirgantaraan sejak dini.
Pengenalan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan murid terhadap berbagai profesi dan bidang keilmuan yang berkaitan dengan penerbangan.
Susi Ingin Murid Belajar Aviation Engineering
Susi menegaskan bahwa pendirian SES bukanlah akhir dari perjalanan.
Ia menyebut masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mengembangkan sekolah tersebut.
Ke depan, Susi berharap murid SES tidak hanya mempelajari alam, lingkungan, dan kedirgantaraan, tetapi juga dapat mengenal bidang lain seperti aviation engineering atau teknik penerbangan.
Pengenalan terhadap bidang teknik tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat anak terhadap sains, teknologi, dan dunia penerbangan.
Pelayaran Juga Jadi Bidang yang Ingin Dikenalkan
Selain teknik penerbangan, Susi juga menyebut pelayaran sebagai salah satu bidang yang ingin dikembangkan dalam pembelajaran SES.
Hal tersebut tidak terlepas dari karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.
Laut memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, pendidikan yang memperkenalkan dunia kelautan dan pelayaran dapat membantu anak memahami potensi wilayah Indonesia secara lebih luas.
Dengan mengenalkan berbagai bidang tersebut, murid diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memahami potensi dan kebutuhan bangsa.
Pendidikan Tidak Hanya Mengejar Nilai
Konsep SES memperlihatkan bahwa pendidikan dapat diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada anak.
Belajar mengenali hewan, memahami lingkungan, mengenal penerbangan, hingga mempelajari teknologi dapat menjadi bagian dari proses membangun kompetensi.
Anak tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga belajar memahami dunia di sekitarnya.
Pengalaman seperti ini dapat membantu mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru.
Pangandaran Punya Potensi Besar
Pangandaran dikenal memiliki kekayaan alam dan kawasan pesisir yang dapat menjadi sumber pembelajaran.
Kehadiran SES di wilayah tersebut berpotensi memperkuat ekosistem pendidikan berbasis lingkungan.
Murid dapat memanfaatkan kondisi geografis dan kekayaan alam sekitar sebagai laboratorium pembelajaran.
Konsep ini juga dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan pendidikan yang menyesuaikan karakter daerah.
Alih-alih memisahkan sekolah dari lingkungan, alam sekitar justru dijadikan bagian dari proses belajar.
Peran Masyarakat dalam Membangun Pendidikan
Wamendikdasmen Fajar menilai kehadiran SES juga menunjukkan pentingnya kontribusi masyarakat dan pihak swasta dalam pembangunan pendidikan.
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan layanan pendidikan. Namun, kolaborasi dengan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya juga diperlukan untuk memperkuat kualitas pendidikan.
SES menjadi salah satu contoh bagaimana inisiatif masyarakat dapat ikut menghadirkan alternatif dan inovasi dalam pembelajaran.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai daerah.
Murid Tampilkan Hasil Belajar
Peresmian SES juga diisi dengan penampilan para murid.
Mereka menyanyikan lagu “Nenek Moyangku” dan mempresentasikan hasil pembelajaran mengenai alam serta berbagai jenis hewan.
Penampilan tersebut menjadi gambaran awal pendekatan pendidikan yang ingin dikembangkan SES, yakni menggabungkan pengalaman belajar, lingkungan, kreativitas, dan keberanian murid untuk menyampaikan hasil pembelajarannya.
Dengan pendekatan tersebut, murid tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif menunjukkan apa yang telah mereka pelajari.
Harapan untuk Pendidikan di Pangandaran
Fajar berharap SES dapat menjadi salah satu pusat keunggulan pendidikan baru di Pangandaran.
Sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan warna baru dalam pembelajaran sekaligus mendorong semakin kuatnya kecintaan anak terhadap lingkungan.
Jika dikembangkan secara konsisten, pendekatan pendidikan berbasis alam dan kedirgantaraan juga dapat membuka peluang lahirnya generasi yang memiliki wawasan lebih luas tentang potensi Indonesia.
Anak-anak Pangandaran diharapkan dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami lingkungan dan potensi daerahnya.
Kesimpulan
Susi Environmental School (SES) resmi diperkenalkan di Pangandaran, Jawa Barat, dalam rangkaian Pangandaran Airshow 2026. Sekolah ini mendapat apresiasi dari Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq karena mendorong murid untuk mencintai alam, lingkungan, sekaligus mengenal dunia kedirgantaraan.
Pendiri SES, Susi Pudjiastuti, berharap murid tidak berhenti belajar tentang lingkungan dan kedirgantaraan. Ke depan, ia ingin bidang seperti aviation engineering dan pelayaran juga diperkenalkan kepada para murid.
Kehadiran SES menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dirancang lebih dekat dengan kehidupan. Alam, hewan, udara, laut, dan lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang membantu anak memahami dunia secara langsung.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, pendekatan tersebut menjadi penting agar anak tetap memiliki hubungan kuat dengan alam dan lingkungannya.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak anak yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang peduli lingkungan, memiliki rasa ingin tahu, berani mengeksplorasi, dan mampu melihat potensi Indonesia secara lebih luas.
















