Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan peringatan tegas kepada para penerima beasiswa LPDP agar tidak merendahkan atau menghina Indonesia, terutama di ruang publik maupun media sosial. Pernyataan ini disampaikan menyusul polemik yang melibatkan salah satu alumni beasiswa yang viral dan memicu perdebatan di masyarakat.
Purbaya menegaskan bahwa dana LPDP bukanlah bantuan pribadi, melainkan berasal dari pajak rakyat serta pembiayaan negara. Karena itu, para awardee memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sikap serta berkontribusi positif bagi bangsa.
Menurutnya, kritik terhadap negara merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak disampaikan dengan cara yang merendahkan martabat bangsa. Ia menilai, penerima beasiswa yang dibiayai negara seharusnya menunjukkan rasa tanggung jawab dan etika publik yang baik.
“Jangan menghina negara sendiri. Dana itu berasal dari pajak dan utang negara untuk memastikan sumber daya manusia kita tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Purbaya juga menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan semakin maju dalam dua dekade ke depan. Ia berharap para penerima beasiswa dapat menjadi bagian dari kemajuan tersebut, baik melalui kontribusi keilmuan, profesionalisme, maupun pengabdian di berbagai sektor.
Selain itu, ia menyampaikan akan melakukan evaluasi terhadap penyaluran beasiswa guna memastikan program berjalan sesuai tujuan awal, yakni membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berintegritas.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa beasiswa negara bukan sekadar fasilitas pendidikan, tetapi juga amanah untuk kembali memberi manfaat bagi tanah air.





































