Postingan berisi data Kemendikdasmen temukan 34 sekolah dari beberapa provinsi lakukan pelanggaran saat TKA jenjang SMP beredar di media sosial. Dalam postingan itu juga disebutkan jenis pelanggaran yang dilakukan, untuk dua SMPN di Tabalong pelanggarannya lakukan live YouTube saat ujian.
Postingan tersebut juga melampirkan sumber yang menyatakan 34 sekolah lakukan pelanggaran saat TKA ini berupa surat dari Kemendikdasmen.
Dalam data tersebut, ada 2 SMPN di Tabalong dan Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Tabalong, Vida Aulia Rahman, saat dikonfirmasi, mengakui telah mengetahui informasi tersebut. Surat dari Kemendikdasmen beserta lampiran nama sekolah dengan jenis pelanggaran yang dilakukan juga sudah mereka terima.
“Itu pas hari pelaksanaan sudah kami mitigasi langsung, sudah kami tegur,” katanya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Selasa (14/4/2026) sore. 2 SMPN yang dinilai lakukan pelanggaran karena live YouTube ini juga diminta surat pernyataan untuk tidak mengulangi.
Disampaikannya, temuan pelanggaran itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) saat pelaksanaan TKA untuk gelombang kedua pada hari pertama dan pada saat itu juga langsung pihaknya tindak lanjuti.
Dari tindak lanjut yang dilakukan terungkap alasan sekolah melakukan live YouTube itu ternyata dengan maksud yang positif.
Mereka hanya ingin memperlihatkan secara langsung pelaksanaan TKA di sekolah itu berjalan murni tanpa ada bantuan apa pun ke peserta. Jadi bukan memfoto atau pun mengambil video untuk menunjukkan soal TKA, melainkan murni hanya untuk memperlihatkan suasana yang ada.
Namun karena dinilai tetap melanggar ketentuan, lanjut Vida, maka saat itu juga setelah berkoordinasi dengan tim provinsi diambil tindakan untuk menghapus tayangan live dan termasuk link-nya.

















