Hujan deras yang turun di wilayah Sukoharjo memicu luapan anak Sungai Bengawan Solo dan mengakibatkan banjir yang merendam sejumlah fasilitas pendidikan. Belasan SD dan satu SMP terdampak genangan air, mulai dari area halaman hingga sebagian ruang kelas. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan normal sehingga sekolah terpaksa meliburkan siswa untuk sementara waktu demi keamanan.
Di beberapa sekolah, air tidak hanya menggenangi bagian luar, tetapi juga masuk ke dalam ruangan. Meja, kursi, rak buku, hingga perlengkapan belajar ikut terkena dampaknya. Guru, perangkat desa, dan warga sekitar bergotong royong melakukan pembersihan, menguras air, serta memindahkan peralatan yang masih bisa diselamatkan. Langkah cepat ini penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan mempercepat pemulihan aktivitas belajar.
Dinas Pendidikan turun tangan memantau langsung sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Selain fokus pada penanganan darurat, mereka juga menyiapkan penyesuaian jadwal belajar setelah kondisi kembali memungkinkan. Harapannya, siswa bisa segera kembali ke sekolah dengan lingkungan yang aman dan layak.








