Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar, pemerintah terus memastikan kesiapan TKA SD berjalan optimal. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa asesmen ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga melatih logika dan integritas siswa sejak dini. Penegasan ini disampaikan saat meninjau langsung kesiapan pelaksanaan TKA di salah satu sekolah di Wonogiri.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah melihat secara langsung bagaimana kesiapan TKA SD dilakukan oleh sekolah, mulai dari sarana, metode pembelajaran, hingga kesiapan siswa. Fajar menekankan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Oleh karena itu, siswa diharapkan tidak merasa tertekan, tetapi justru termotivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kesiapan TKA SD juga didukung melalui berbagai upaya, seperti latihan rutin dan simulasi yang dilakukan oleh sekolah. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti papan interaktif digital membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus membangun rasa percaya diri mereka sebelum menghadapi asesmen.
Dari sisi kebijakan, TKA merupakan bagian dari transformasi sistem evaluasi pendidikan yang lebih menekankan pada pemahaman konsep dibanding hafalan. Pemerintah ingin memastikan kesiapan TKA SD tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan mental siswa serta kemampuan guru dalam menyampaikan materi secara adaptif.
Dampak dari pendekatan ini mulai dirasakan oleh berbagai pihak. Siswa menjadi lebih siap dan tidak terbebani, guru terdorong untuk berinovasi dalam pembelajaran, sementara orang tua dapat memahami bahwa hasil TKA bukan satu-satunya penentu keberhasilan anak. Penanaman nilai integritas juga menjadi fokus utama, sehingga siswa terbiasa mengerjakan asesmen secara jujur.
Kepala Sekolah SD Kanisius Wonogiri, Eliut Nina, menjelaskan bahwa seluruh murid kelas VI yang berjumlah 26 anak dipastikan mengikuti ujian ini dengan persiapan yang matang. Mulai dari jam tambahan hingga optimalisasi Laboratorium (Lab) TIK agar siswa terbiasa dengan sistem komputer. Menurutnya, TKA memberikan ukuran yang jelas terhadap hasil belajar siswa, namun ia tetap menitikberatkan agar para pengelola sekolah benar-benar menjaga aspek kejujuran di samping kesiapan akademis.
Secara keseluruhan, kesiapan TKA SD menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Dengan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua, serta dukungan teknologi pembelajaran, TKA diharapkan mampu menjadi alat evaluasi yang efektif sekaligus mendorong pembelajaran yang lebih bermakna.
















