Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui program “Tatanen di Bale Atikan”, SMPN 3 Campaka menghadirkan konsep pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan nyata sekaligus menanamkan nilai karakter kepada siswa.
Program ini mengajak para siswa untuk belajar bercocok tanam, menjaga lingkungan, hingga memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk generasi muda yang mandiri, peduli lingkungan, dan memiliki kesadaran terhadap masa depan pangan.
Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menanam, merawat tanaman, hingga memahami manfaat hasil pertanian bagi kehidupan sehari-hari. Pendekatan belajar seperti ini dinilai mampu meningkatkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial siswa.
Konsep sekolah hijau yang diterapkan SMPN 3 Campaka juga menjadi sarana pembentukan karakter positif di lingkungan pendidikan. Selain menciptakan suasana belajar yang lebih asri dan nyaman, program ini mendorong siswa untuk lebih mencintai alam dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan.
“Tatanen di Bale Atikan” menjadi contoh bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui kegiatan sederhana namun bermakna. Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap peduli, kreatif, dan bertanggung jawab.
Melalui program ini, SMPN 3 Campaka berharap siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan di masa depan.









