Realita pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menyisakan banyak persoalan yang belum terselesaikan. Di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), guru honorer masih harus bertahan dengan gaji yang sangat minim, bahkan hanya sekitar Rp150 ribu per bulan, di tengah medan berat dan fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.
Tidak sedikit guru yang harus berjalan kaki hingga enam kilometer melewati jalur berbahaya demi bisa mengajar anak-anak di pelosok. Kondisi sekolah pun memprihatinkan, mulai dari ruang kelas bocor hingga keterbatasan sarana belajar yang belum memadai.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, para guru tetap menjalankan tugas mereka dengan penuh pengabdian demi memastikan anak-anak di daerah terpencil tetap memperoleh hak pendidikan.
Para guru honorer di NTT kini berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan mereka, termasuk melalui pengangkatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemberian penghasilan yang layak sesuai pengabdian yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Di tengah besarnya anggaran pendidikan nasional yang mencapai Rp708 triliun, banyak pihak mempertanyakan pemerataan distribusi anggaran tersebut, terutama bagi wilayah pelosok yang masih menghadapi krisis tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah 3T. Padahal, guru di daerah terpencil memiliki peran besar dalam menjaga akses pendidikan bagi anak-anak yang hidup jauh dari pusat pembangunan.
Banyak masyarakat menilai pengabdian para guru honorer di daerah 3T seharusnya mendapatkan penghargaan yang lebih layak, bukan hanya dalam bentuk apresiasi moral, tetapi juga melalui jaminan kesejahteraan, perlindungan kerja, dan kepastian status kepegawaian.
Pendidikan yang merata tidak hanya berbicara tentang besarnya anggaran, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir hingga ke pelosok untuk memastikan guru dan siswa memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.



