Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di TK ‘Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Kudus, menghadirkan suasana yang berbeda. Anak-anak tidak dihadapkan pada tes membaca, menulis, maupun berhitung, melainkan diajak bermain, berinteraksi, dan mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mengenali karakter, minat, serta kebutuhan setiap anak sejak awal. Bagi orang tua, proses orientasi yang ramah anak juga memberikan rasa tenang saat mengantarkan buah hati memasuki jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Salah satu orang tua, Eni Uswati, mengaku proses pendaftaran berlangsung sederhana. Setelah dokumen seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto diverifikasi, anak mengikuti asesmen awal melalui kegiatan orientasi yang dirancang agar guru dapat mengenal karakter peserta didik tanpa memberikan tekanan akademik.
Eni memilih kembali menyekolahkan anaknya di TK tersebut karena merasa lingkungan belajar yang diberikan mampu membentuk karakter dan kemandirian. Menurutnya, pengalaman tiga anaknya yang pernah bersekolah di sana menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini bukan hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kebiasaan baik.
Pengalaman serupa disampaikan Fathur Rohman. Ia menilai kegiatan orientasi yang melibatkan orang tua dan anak membantu proses adaptasi menjadi lebih nyaman. Harapannya, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak pada jenjang berikutnya. Karena itu, pemerintah memasukkan PAUD ke dalam Program Wajib Belajar 13 Tahun, memperluas penerima Program Indonesia Pintar (PIP) untuk peserta didik TK dari keluarga sasaran, serta meningkatkan kompetensi guru PAUD.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan agar satuan pendidikan tidak membebani anak dengan tuntutan akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya. Menurutnya, masa PAUD adalah waktu bagi anak untuk bermain, bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, melatih kemampuan motorik, serta menanamkan karakter dan kebiasaan baik.
Semangat tersebut diterapkan dalam pelaksanaan SPMB di TK ‘Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain. Kepala sekolah, Ami, menjelaskan bahwa sekolah membangun kemitraan dengan orang tua sejak proses pendaftaran. Seluruh informasi mengenai visi sekolah, kurikulum, hingga pola kolaborasi disampaikan secara terbuka.
Sementara itu, Ketua Panitia SPMB, Lelly, mengatakan layanan pendaftaran dibuat fleksibel melalui layanan langsung, daring, dan WhatsApp agar orang tua memperoleh kemudahan selama proses berlangsung.
Pelaksanaan SPMB PAUD yang ramah anak menunjukkan bahwa penerimaan murid baru bukan sekadar proses administrasi. Lebih dari itu, proses ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam menumbuhkan karakter, kemandirian, serta kecintaan anak terhadap belajar melalui pengalaman yang menyenangkan.














