Ratusan mahasiswa penerima beasiswa memadati Pendopo Museum R.A. Kartini di Rembang dalam puncak perayaan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX. Suasana penuh semangat dan kebersamaan menjadi gambaran bagaimana program beasiswa mampu membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan cita-cita mereka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi yang dapat mengubah masa depan seseorang.
Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah merasakan manfaat beasiswa sepanjang perjalanan pendidikannya. Pengalaman tersebut membuatnya memahami betapa pentingnya dukungan pemerintah bagi anak-anak Indonesia yang memiliki semangat belajar namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang yang secara konsisten mengembangkan Forum Anak Beasiswa Rembang sebagai salah satu upaya membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun daerah asal.
Menurut Abdul Mu’ti, Forum Anak Beasiswa Rembang tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya para penerima beasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang cerdas, percaya diri, serta memiliki semangat mengabdi kepada masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai kebijakan afirmatif seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, dan Sekolah Nasional Terintegrasi. Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan selama memiliki kemauan belajar yang kuat.
Selain itu, Abdul Mu’ti mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan program beasiswa sesuai dengan potensi wilayah masing-masing. Di Kabupaten Rembang, penguatan pendidikan vokasi berbasis kelautan dinilai mampu mencetak lulusan yang siap bekerja sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, generasi muda perlu menguasai teknologi sekaligus menjaga etika dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pemanfaatannya.
Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, menyampaikan bahwa sejak 2017 program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi, terdiri atas 389 penerima beasiswa di perguruan tinggi negeri dan 105 penerima di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.
Keberhasilan Forum Anak Beasiswa Rembang menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan mampu memperluas akses pendidikan tinggi. Melalui program beasiswa yang berkelanjutan, semakin banyak anak Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi, menyelesaikan pendidikan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.














