PURWOKERTO – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026 pada 18–19 Juli 2026 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Mengusung tema “Branding Sekolah Muhammadiyah Melalui Kehumasan di Era Digital”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi humas sekolah dalam membangun citra lembaga pendidikan melalui pendekatan jurnalistik yang profesional.
Sebanyak 50 humas sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah mengikuti pelatihan intensif yang memadukan teori dan praktik untuk memperkuat kemampuan komunikasi publik di tengah perkembangan media digital.
Bekali Humas dengan Kompetensi Jurnalistik
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang mendukung tugas kehumasan di lingkungan sekolah. Pembelajaran tidak hanya membahas strategi branding dan pengelolaan media sosial, tetapi juga memberikan pengalaman praktik dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.
Materi yang diberikan meliputi:
- Strategi membangun citra sekolah melalui media digital.
- Teknik penulisan berita yang informatif.
- Penyusunan rencana peliputan.
- Penerapan prinsip 5W+1H dalam penulisan berita.
- Etika jurnalistik dan tanggung jawab penyampaian informasi.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu menyampaikan informasi sekolah secara menarik, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Jurnalistik Jadi Fondasi Branding Sekolah
Wakil Ketua III MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menegaskan bahwa kemampuan jurnalistik merupakan fondasi utama dalam membangun branding sekolah.
Menurutnya, informasi yang disajikan secara akurat, menarik, dan memiliki nilai edukatif akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.
Ia menilai bahwa publik saat ini membutuhkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan sehingga citra sekolah dibangun melalui komunikasi yang berkualitas.
Integritas Menjadi Kunci Kehumasan
Sementara itu, Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Anam Sutopo, mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses penyampaian informasi.
Menurutnya, seorang humas harus selalu berpegang pada fakta, menyampaikan informasi secara santun, serta mengutamakan ketepatan tanpa mengabaikan kecepatan.
Ia juga mengajak peserta menjadikan kemampuan menulis sebagai sarana untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui informasi yang benar dan bertanggung jawab.
Dorong Humas Sekolah Semakin Profesional
Melalui penyelenggaraan AJM 2026, Muhammadiyah berharap lahir ekosistem humas sekolah yang semakin profesional, adaptif, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Di tengah derasnya arus informasi, sekolah tidak cukup hanya aktif di media sosial, tetapi juga perlu menghadirkan konten yang edukatif, kredibel, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat. Kehumasan yang profesional diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kemajuan pendidikan sekaligus memperkuat dakwah Muhammadiyah melalui penyebaran informasi yang berkualitas.



