Dua Tahun Menunggu, Kapan Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Bisa Belajar Normal Lagi?
Dua tahun bukanlah waktu yang singkat, terlebih bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
Sejak bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada 27 November 2024, sebanyak 274 siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain. Keterbatasan ruang kelas membuat proses pembelajaran dibagi hingga tiga shift, bahkan sebagian siswa baru memulai pelajaran pada pukul 11.00 WIB dan baru pulang menjelang 17.00 WIB.
Situasi ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan belajar, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari para siswa. Jam pulang yang semakin sore membuat sebagian anak kehilangan kesempatan mengikuti kegiatan mengaji, bermain, maupun aktivitas positif lainnya di luar sekolah. Di sisi lain, para orang tua juga harus menyesuaikan kembali jadwal harian keluarga demi mendampingi anak-anak mereka.
Padahal, berbagai tahapan administratif telah dilakukan. Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut, menyusun kronologi, menyelesaikan Detail Engineering Design (DED), hingga dilakukan analisis kondisi tanah sebagai bagian dari persiapan pembangunan kembali. Namun, hingga kini pembangunan gedung baru disebut baru diusulkan pada 2027.
Sekolah bukan sekadar bangunan fisik. Sekolah adalah tempat anak-anak belajar, bertumbuh, membangun karakter, serta menyiapkan masa depan mereka. Ketika fasilitas pendidikan rusak dan proses pemulihannya berlangsung terlalu lama, yang tertunda bukan hanya pembangunan gedung, tetapi juga kualitas pengalaman belajar ratusan peserta didik.
Harapannya, seluruh pihak terkait dapat mempercepat langkah dan menghadirkan solusi terbaik agar para siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dapat segera kembali belajar di sekolah mereka sendiri dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan layak. Sebab, setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus menunggu terlalu lama.








