PAPUA – Transformasi pendidikan tidak selalu lahir dari program berskala besar. Di SMK Negeri 1 Pariwisata Papua, inovasi justru hadir dari kreativitas peserta didik melalui pengembangan Presensi Digital TNS (Tim Ngoding S-One Smart), sebuah sistem presensi berbasis teknologi yang dirancang langsung oleh siswa Program Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).
Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga menciptakan solusi digital yang menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
Presensi Digital Terintegrasi dengan Kartu Pelajar
Sistem Presensi Digital TNS tidak hanya berfungsi mencatat kehadiran siswa, tetapi juga telah terintegrasi dengan kartu pelajar.
Selain itu, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi melalui WhatsApp kepada orang tua ketika siswa datang maupun pulang dari sekolah. Dengan fitur tersebut, orang tua dapat memantau kehadiran anak secara real time, sementara sekolah memperoleh data presensi yang lebih akurat, cepat, dan efisien.
Disdikbud Papua Apresiasi Inovasi Siswa
Kepala Bidang Mutu dan Layanan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua, Elia Waromi, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh siswa SMK Negeri 1 Pariwisata Papua.
Menurutnya, Presensi Digital TNS merupakan langkah positif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui pemanfaatan teknologi karya peserta didik.
Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh dan direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di Provinsi Papua agar pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan semakin berkembang.
Perkuat Disiplin dan Komunikasi dengan Orang Tua
Kepala SMK Negeri 1 Pariwisata Papua, Ana Rebeca Rumbiak, menjelaskan bahwa sistem presensi digital ini diharapkan mampu membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah.
Selain meningkatkan ketepatan pencatatan kehadiran, sistem juga memperkuat komunikasi antara sekolah dengan orang tua melalui informasi kehadiran siswa yang dapat diterima secara langsung.
Menurutnya, inovasi tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengembangkan teknologi pendidikan berbasis karya dan kreativitas peserta didik.
Bukti Siswa Mampu Menciptakan Solusi Digital
Pengembangan Presensi Digital TNS menunjukkan bahwa pembelajaran di SMK tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat diterapkan secara nyata.
Melalui inovasi ini, siswa membuktikan bahwa mereka mampu menjadi pencipta teknologi yang memberikan manfaat bagi sekolah, meningkatkan efisiensi administrasi, serta mendukung transformasi pendidikan berbasis digital.








