JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di kancah internasional. Empat murid binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berhasil membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada 19 Juli 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan talenta sains yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Kemendikdasmen melalui Puspresnas.
Empat Pelajar Indonesia Sumbang Empat Medali
Tiga medali perak berhasil diraih oleh:
- Renault Tjandera – SMAS Santa Laurensia, Banten
- Muhammad Arya Razan – MAN Insan Cendekia Serpong, Banten
- Aloysius Gonzaga Duta Setyawan – SMA Kesatuan Bangsa, Daerah Istimewa Yogyakarta
Sementara itu, Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia.
Puspresnas Apresiasi Hasil Pembinaan Talenta
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para delegasi Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan berkelanjutan, mulai dari seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga pemusatan latihan nasional sebelum berlaga di tingkat internasional.
Indonesia Naik Peringkat di IChO 2026
Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, mengungkapkan bahwa capaian Indonesia tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta dengan raihan tiga medali perak dan satu medali perunggu.
Prestasi tersebut meningkat dibandingkan IChO tahun sebelumnya, ketika Indonesia memperoleh dua medali perak dan dua medali perunggu. Hasil ini menjadi modal berharga untuk menghadapi International Chemistry Olympiad 2027 yang akan diselenggarakan di Taiwan.
Arya Razan: Hasil dari Perjuangan Panjang
Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, peraih medali perak Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraihnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari mengikuti Olimpiade Sains Nasional, menjalani pembinaan teori dan praktikum, hingga akhirnya dipercaya mewakili Indonesia di Uzbekistan.
Arya juga mengajak generasi muda Indonesia untuk terus belajar, mengasah kemampuan, dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.
Dukungan Sekolah, Mentor, dan Orang Tua Jadi Kunci
Keberhasilan para delegasi Indonesia tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah, mentor, hingga keluarga.
Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, menyebut keberhasilan Arya merupakan hasil pembinaan yang telah dimulai sejak jenjang SMP hingga berhasil meraih medali emas OSN dan mengikuti pembinaan nasional.
Sementara itu, ayah Arya, Syaiful Rochman, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian putranya yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen, Puspresnas, para pembina, dan pihak sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan.
Kemendikdasmen melalui Puspresnas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan talenta nasional agar semakin banyak pelajar Indonesia mampu berprestasi dan mengharumkan nama bangsa pada berbagai kompetisi internasional.








