JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik di Indonesia memperoleh akses yang setara terhadap layanan pendidikan berkualitas, tanpa terkendala letak geografis.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa transformasi pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui pengembangan platform Rumah Pendidikan dan penyediaan perangkat pembelajaran digital di seluruh satuan pendidikan.
Rumah Pendidikan Telah Digunakan 6,9 Juta Pengguna
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna.
Platform tersebut menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan telah membantu ratusan ribu guru, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dalam mengakses materi pembelajaran digital.
Rumah Pendidikan menjadi salah satu pilar utama pemerintah dalam memperluas akses terhadap sumber belajar berbasis teknologi bagi guru maupun peserta didik di seluruh Indonesia.
Indonesia Raih Penghargaan Tertinggi dari ITU-PBB
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia berhasil meraih penghargaan WSIS Prizes 2026 kategori e-Government yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi Rumah Pendidikan, yang untuk pertama kalinya membawa Indonesia menjadi Juara Pertama setelah penantian selama 14 tahun sejak ajang WSIS Prizes diselenggarakan.
Prestasi ini menjadi pengakuan internasional atas keberhasilan Indonesia dalam mengembangkan layanan publik berbasis teknologi di sektor pendidikan.
Pemerintah Tambah 700 Ribu Papan Interaktif Digital
Selain mengembangkan platform digital, pemerintah juga memperkuat ekosistem pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital di sekolah.
Presiden menjelaskan bahwa sebelumnya setiap sekolah telah menerima satu unit IFP, sedangkan pada tahun ini pemerintah akan menambah tiga unit IFP di setiap sekolah.
Pemerintah menargetkan distribusi sekitar 700 ribu papan interaktif digital tambahan dapat selesai pada akhir Desember 2026 atau paling lambat semester pertama 2027.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar di seluruh Indonesia.
Perkuat Pemerataan Pendidikan Digital
Melalui pengembangan Rumah Pendidikan yang didukung penyediaan papan interaktif digital, pemerintah berharap transformasi pembelajaran dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, memperkuat digitalisasi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.








