GROBOGAN – Potret pendidikan dari SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik. Di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, para siswa masih harus menjalani proses belajar dalam kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan hak anak atas pendidikan yang berkualitas tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga memerlukan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Empat Ruang Kelas Tidak Lagi Layak Digunakan
Berdasarkan informasi yang beredar, empat ruang kelas di SDN Tanggirejo tidak dapat digunakan karena sebagian atap bangunan telah roboh dan dinilai membahayakan keselamatan warga sekolah.
Keterbatasan ruang belajar memaksa pihak sekolah melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
Mushala Disulap Jadi Kelas, Siswa Belajar Bergantian
Akibat kerusakan tersebut, satu ruang kelas harus disekat menjadi dua ruang belajar.
Selain itu, mushala dialihfungsikan menjadi ruang kelas, sementara perpustakaan digunakan sebagai ruang guru. Sebagian peserta didik juga harus menjalani pembelajaran secara bergantian karena keterbatasan ruang yang tersedia.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam menjaga kualitas proses pembelajaran.
Pendidikan Berkualitas Butuh Lingkungan Belajar yang Layak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan peserta didik.
Namun, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi. Fasilitas sekolah yang aman, nyaman, dan memadai juga menjadi faktor penting agar proses belajar berlangsung secara optimal.
Keberadaan ruang kelas yang layak akan membantu peserta didik belajar dengan lebih fokus, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan.









