Jakarta – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak alumni penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang telah menyelesaikan pendidikan dan berhasil secara ekonomi untuk ikut membantu mahasiswa lain yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Ajakan tersebut disampaikan Brian dalam kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa dan Platform SatuBeasiswa Indonesia di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Menurutnya, alumni penerima bantuan pendidikan dapat meneruskan manfaat yang pernah mereka terima kepada generasi berikutnya.
Gagasan “KIP Kuliah untuk KIP Kuliah”
Brian mengungkapkan adanya gagasan untuk membangun wadah yang memungkinkan alumni KIP Kuliah menghimpun dana secara bersama-sama, kemudian menyalurkannya kembali dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Skema tersebut diharapkan membuat semangat gotong royong dalam membantu biaya pendidikan menjadi lebih terorganisasi. Alumni yang ingin berkontribusi juga dapat memperoleh mekanisme yang lebih jelas mengenai cara memberikan bantuan dan sasaran penerimanya.
Menurut Brian, banyak alumni KIP Kuliah yang kini sudah lulus dan bekerja. Kondisi tersebut membuka peluang bagi mereka untuk ikut memperluas akses bantuan pendidikan bagi mahasiswa lainnya.
Beasiswa Tidak Hanya Berasal dari Pemerintah
Brian juga menyoroti banyaknya pihak yang saat ini menyediakan program beasiswa di Indonesia. Sumbernya tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan, lembaga filantropi, hingga mitra internasional.
Untuk mempertemukan pemberi dan pencari beasiswa, Kemdiktisaintek menghadirkan SatuBeasiswa Indonesia, sebuah platform digital yang mengintegrasikan informasi berbagai program beasiswa dalam satu wadah.
Berdasarkan data per 15 September 2026, platform tersebut telah mencatat 465 jenis beasiswa. Sebanyak 340 berasal dari mitra filantropi, 54 dari pemerintah daerah, 27 dari pemerintah pusat, 27 dari perusahaan, dan 17 dari perguruan tinggi.
Perluasan Akses Pendidikan Tinggi
Kemdiktisaintek menyebut integrasi informasi beasiswa diperlukan karena peluang pendanaan pendidikan masih tersebar di berbagai saluran. Dengan adanya satu platform, calon mahasiswa, mahasiswa aktif, alumni, dan masyarakat dapat lebih mudah menemukan informasi bantuan pendidikan.
Brian juga menekankan bahwa beasiswa memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang terkendala biaya. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk alumni penerima beasiswa, diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendanaan pendidikan di Indonesia.








